Status peringatan merah itu menandakan darurat gelombang panas dengan panas berkepanjangan dan risiko tinggi terhadap kesehatan.
RUZKA INDONESIA–Kementerian Kesehatan Italia mengumumkan peringatan gelombang panas ekstrem dengan status merah atau tingkat bahaya tertinggi di 15 kota besar, Kamis (16/07/2026).
Menurut laporan Kantor Berita Italia, ANSA, 15 kota itu ialah Bari, Campobasso, Genoa, Latina, Palermo, Pescara, Rieti, Viterbo serta Bologna, Brescia, Florence, Frosinone, Perugia, Rome, dan Turin.
Sementara itu, Milan diperkirakan akan memasuki status merah gelombang panas pada Jumat (17/07).
Status peringatan merah (tingkat tiga) itu menandakan darurat gelombang panas dengan panas berkepanjangan dan risiko tinggi terhadap kesehatan, bahkan bagi warga berusia muda yang sehat.
Menurut ilmuwan, krisis iklim akibat emisi gas rumah kaca akibat manusia telah menyebabkan gejolak cuaca ekstrem, antara lain gelombang panas, kekeringan, badai berkekuatan besar, serta banjir yang lebih besar dan sering terjadi.
Kendati beragam sumber dapat menciptakan gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global, tetapi pemicu utamanya berasal dari penggunaan bahan bakar fosil, seperti minyak bumi, gas, dan batu bara.(*/ANSA)
Editor: Amiruddin






Komentar