RUZKA INDONESIA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, berlangsung meriah, Ahad (13/09/2026).
Ratusan jamaah hadir memenuhi Kantor Desa Limusnunggal untuk mengikuti rangkaian acara sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Suasana semakin semarak dengan hadirnya sejumlah pengisi acara, di antaranya ustadz kondang Gus Aldi, Ustadz Abeey Ghifran, Bang Ocid, Daus Mini, dan Yadar Karsum.
Tak hanya menghadirkan tausiah dan hiburan, Pemerintah Desa Limusnunggal juga menyiapkan berbagai doorprize menarik untuk masyarakat. Salah satu hadiah yang paling mencuri perhatian adalah hadiah umroh.
Kepala Desa Limusnunggal, Galih Rakasiwi, mengatakan Maulid Nabi merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun.
Namun, pelaksanaan tahun ini terasa lebih istimewa karena antusiasme masyarakat yang begitu tinggi.
โAlhamdulillah, hari ini Desa Limusnunggal mengadakan kegiatan Maulid Nabi yang memang kita laksanakan setiap tahun. Alhamdulillah tahun ini begitu meriah, berbanjir doorprize dan antusias masyarakat juga luar biasa,โ ucapnya.
Dapat Souvenir
Ia menyebutkan, beragam hadiah disiapkan untuk warga. Bahkan sekitar 200 warga yang datang pertama mendapatkan souvenir berupa gelas, sementara hadiah lainnya seperti pakaian juga turut dibagikan.
Puncak kejutan hadir melalui doorprize utama berupa umroh. Galih mengatakan, terdapat dua warga yang dipersiapkan untuk mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci.
Menurutnya, kemeriahan acara bukanlah tujuan utama. Lebih dari itu, peringatan Maulid Nabi diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
โYang lebih penting, momentum Maulid ini menjadikan suatu kegiatan untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Lebih penting lagi, ini menjadi ajang silaturahmi antarwarga Desa Limusnunggal agar semakin terjalin,โ jelas Galih.
Ia erharap kegiatan Maulid Nabi di Desa Limusnunggal dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan suasana yang semakin meriah.
“Sekaligus tetap membawa pesan keteladanan Nabi Muhammad SAW dan memperkuat kebersamaan masyarakat,” pungkas Galih. (***)



Komentar