RUZKA INDONESIA — Majalengka Creative Festival 2026 menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang bagi produk unggulan lokal agar semakin dikenal luas.
Tak sekadar menjadi ajang promosi, festival ini diharapkan mampu mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berinovasi hingga menembus pasar di luar Kabupaten Majalengka.
Festival yang berlangsung selama tiga hari tersebut resmi dibuka Wakil Bupati Majalengka, Dena M. Ramdhan, di Majalengka Creative Center, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan beragam potensi daerah, mulai dari produk UMKM, kerajinan, kuliner, seni, budaya hingga hiburan musik.
Rangkaian acara tersebut menjadi ruang bagi pelaku industri kreatif untuk memperkenalkan karya sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Wakil Bupati Majalengka Dena M. Ramdhan mengapresiasi penyelenggaraan festival yang memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal untuk mempromosikan produk unggulannya.
Menurut Dena, UMKM memiliki peran penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga perlu didukung kemasan yang menarik dan strategi pemasaran yang lebih luas.
“UMKM merupakan salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pelaku usaha perlu mendapat kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat kemasan, dan memperluas jangkauan pemasaran,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, Jawa Barat (Jabar) juga mendorong Gerakan Akselerasi UMKM Naik Kelas (GASIK).
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, antara lain melalui pelatihan pengemasan dan pengembangan produk.
Dalam pemaparan kegiatan, turut disebutkan rencana bantuan modal sebesar Rp10 juta bagi setiap UMKM peserta terpilih.
Namun, mekanisme, persyaratan penerima, serta jadwal penyaluran bantuan tersebut tetap mengacu pada ketentuan resmi pemerintah daerah.
Dekranasda Berharap Produk Majalengka Bisa Keluar Daerah
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Majalengka, Iim Maemunah Suherman, yang merupakan istri Bupati Majalengka, menyambut positif penyelenggaraan gelar produk tersebut.
Ia berharap festival ini dapat memperkuat dukungan terhadap industri kecil dan menengah (IKM), pelaku ekonomi kreatif, serta berbagai sektor usaha lokal yang membutuhkan pendampingan untuk berkembang.
Menurut Iim, kegiatan semacam ini juga penting untuk mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi baru di kalangan pelaku usaha.
“Alhamdulillah, hari ini acara gelar produk Dekranasda Majalengka tahun 2026 sudah dibuka oleh Pak Wabup. Mudah-mudahan kegiatan ini sejalan dengan upaya kita untuk mendukung tumbuh kembang IKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Majalengka,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah pelaku usaha yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan peserta yang sudah terlibat sebelumnya. Meski demikian, terdapat pula produk-produk baru yang diperkenalkan dalam gelaran tahun ini.
Iim berharap, kesempatan untuk menampilkan produk dapat dimanfaatkan para pelaku usaha untuk terus berinovasi, memperbaiki kualitas, dan menciptakan produk yang memiliki daya saing.
“Kita berharap ekonomi kreatif Majalengka terus berkembang. Tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga bisa membawa produk dari Majalengka keluar daerah,” katanya.
Potensi Budaya dan Sejarah Jadi Peluang Ekonomi
Sementara itu, Ketua Ekonomi Kreatif (EKRAF) Majalengka, H. Baya, menilai kekayaan budaya dan sejarah daerah memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.
Menurutnya, potensi lokal perlu digali secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak. Dengan begitu, kekayaan daerah tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga dapat melahirkan gagasan, karya, dan produk yang mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Baya menjelaskan, EKRAF Majalengka telah berjalan sekitar satu tahun tiga bulan. Selama periode tersebut, pihaknya membangun kolaborasi dengan berbagai unsur, termasuk Dekranasda dan pemerintah daerah, untuk menggali potensi kreatif yang dapat dikembangkan.
Ia menambahkan, peran EKRAF berfokus pada penggalian gagasan dan pengembangan potensi kreatif hingga menghasilkan karya atau produk.
Sementara itu, pembinaan usaha dapat dilanjutkan melalui sektor UMKM agar produk tersebut memiliki peluang berkembang secara berkelanjutan.
Pengembangan makanan khas dan pemanfaatan bahan baku lokal juga menjadi potensi yang dinilai perlu terus diperkuat.
Dukungan terhadap kualitas produk, kemasan, dan pemasaran diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal.
Majalengka Creative Festival 2026 sendiri berlangsung selama tiga hari dengan agenda pengenalan produk UMKM, kegiatan showbiz, serta hiburan.
Melalui festival ini, para pelaku ekonomi kreatif diharapkan tidak hanya memperoleh ruang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga membangun jejaring dan membuka peluang pasar baru.
Keberlanjutan menjadi tantangan penting setelah kegiatan berakhir. Promosi melalui festival perlu diikuti penguatan kapasitas pelaku usaha, inovasi produk, pendampingan, dan perluasan akses pemasaran agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dengan kolaborasi pemerintah daerah, Dekranasda, EKRAF, dan pelaku UMKM, potensi budaya serta kreativitas lokal diharapkan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat Majalengka. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar