Nasional
Beranda ยป Berita ยป Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Gelar Sidak PT Iris Internasional, Minta Lengkapi Legalitas Bangunan

Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Gelar Sidak PT Iris Internasional, Minta Lengkapi Legalitas Bangunan

Komisi I DPRD Kabupaten Bogor saat menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke PT Iris Internasional di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Rabu (29/04/2026). (Foto: Dok Dwi Retno Sari)

RUZKA INDONESIA — Ketegasan ditunjukkan Komisi I DPRD Kabupaten Bogor saat menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke PT Iris Internasional di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Rabu (29/04/2026).

Perusahaan tersebut kini berada dalam bayang-bayang penyegelan jika tidak segera melengkapi legalitas bangunan mereka.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, M. Irvan Maulana atau yang akrab disapa Ipeck menekankan bahwa temuan paling krusial dalam sidak ini adalah absennya Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Dokumen ini merupakan syarat mutlak untuk menjamin keamanan dan kelayakan bangunan gedung sesuai standar pemerintah.

“Perusahaan ini belum memiliki SLF. Kami akan segera melakukan pemanggilan resmi ke kantor. Jika kewajiban ini tetap tidak dipenuhi, tindakan tegas berupa penyegelan bisa dilakukan,” ujar ipeck.

Polres Majalengka Ungkap 16 Kasus Narkoba Selama Juli 2026, Bongkar Home Industri Tembakau Sintetis

Selain masalah SLF, tim sidak juga menyoroti status Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang masih tercatat atas nama perorangan.

Namun, Ipeck menjelaskan bahwa secara administratif hal ini masih dapat dimaklumi karena status PT Iris Internasional sebagai penyewa.

Di tengah sorotan tajam mengenai perizinan, Komisi I memberikan apresiasi terkait pemenuhan hak pekerja. Berdasarkan pengecekan lapangan, PT Iris Internasional dinilai kooperatif dalam hal kesejahteraan. Sudah sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku.

Secara umum, regulasi ketenagakerjaan telah dijalankan dengan baik oleh manajemen. Ipeck, menegaskan bahwa pengawasan ketat ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan upaya untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor.

Menurutnya, ketaatan perusahaan terhadap perizinan berbanding lurus dengan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

PPSPI Harus Jadi Rumah Bersama Profesional Sektor Publik

“Kalau semua perizinan lengkap, tentu akan berdampak pada PAD. Kami mendorong semua pelaku usaha untuk taat aturan agar tercipta iklim investasi yang sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat Bogor,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, DPRD akan melayangkan panggilan resmi kepada manajemen PT Iris Internasional untuk memberikan klarifikasi final dan memastikan komitmen penyelesaian dokumen yang tertunda. (***)

Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Silaturahmi ke Ulama Kabupaten Malang, AKBP Rulian Syauri Tekankan Pentingnya Peran Tokoh Agama

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom