RUZKA INDONESIA — Insiden yang sempat memanas antara seorang wartawan Ruzka Indonesia dengan anggota sekuriti DPRD Kabupaten Majalengka akhirnya berakhir damai. Perselisihan yang dipicu persoalan izin mengisi daya (charge) telepon genggam itu diselesaikan melalui mediasi di Kantor DPRD Majalengka, Jumat (19/06/2026).
Peristiwa yang sebelumnya memancing reaksi sejumlah jurnalis di Majalengka hingga menjadi sorotan netizen di media sosial tersebut kini telah mencapai kesepakatan islah antara kedua belah pihak.
Dalam proses mediasi, wartawan Ruzka Indonesia, Eko, hadir didampingi Sekretaris Jenderal Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Kabupaten Majalengka, A. Hudri, serta rekan jurnalis lainnya, Ujang.
Sementara dari pihak DPRD Majalengka hadir Kepala Bagian Umum Dadang dan Kepala Subbagian Umum Oman.
Mediasi juga dihadiri perwakilan perusahaan outsourcing penyedia jasa keamanan, Winata, serta personel dari Polres Majalengka yang membidangi pembinaan pamswakarsa.
Perwakilan perusahaan jasa keamanan, Winata, menyampaikan permohonan maaf atas tindakan anggotanya yang memicu ketegangan tersebut.
Ia menegaskan perusahaan akan melakukan evaluasi, investigasi internal, sekaligus memberikan teguran kepada petugas yang terlibat dalam insiden tersebut.
Meski persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan, Ketua DPC AWI Kabupaten Majalengka, Abdullah, menilai kejadian itu harus menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang di kemudian hari.
“Saya mengapresiasi adanya penyelesaian ini. Namun, ini tetap menjadi catatan. Jangan sampai hanya karena persoalan numpang mengisi daya HP saja malah terjadi pelarangan yang berujung kesalahpahaman,” ujarnya.
Menurut Abdullah, Gedung DPRD sebagai rumah rakyat sepatutnya juga memberikan fasilitas yang ramah bagi para wartawan yang menjalankan tugas peliputan.
“Justru sudah semestinya gedung dewan memberikan fasilitas bagi wartawan, karena merekalah yang mempublikasikan berbagai kegiatan dewan kepada masyarakat,” katanya.
Ia berharap insiden serupa tidak lagi terjadi dan seluruh pihak dapat menjaga hubungan baik antara petugas keamanan dengan insan pers.
“Saya harap ini menjadi yang terakhir. Tidak boleh lagi ada perlakuan yang tidak baik terhadap wartawan,” tegas Abdullah. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com






Komentar