RUZKA INDONESIA โ Insiden yang melibatkan seorang wartawan RUZKA INDONESIA dengan petugas sekuriti DPRD Majalengka terjadi saat wartawan tersebut hendak mengisi daya telepon genggam di pos jaga, Rabu (17/6/2026) malam. Peristiwa itu bahkan disebut nyaris berujung adu fisik sebelum akhirnya dilerai petugas keamanan lainnya.
Wartawan RUZKA INDONESIA, Eko Widiantoro, mengaku sudah beberapa kali singgah di lokasi dan mengenal sejumlah petugas keamanan yang biasanya mempersilakan dirinya menggunakan colokan listrik di dalam pos jaga.
Namun, suasana berbeda terjadi saat ia meminta izin kepada salah seorang petugas yang saat itu disebut sedang asyik memainkan telepon genggam.
“Izin bang, boleh saya nge-charge di sini? Dia jawab, ‘Gak boleh, ngapain nge-charge HP di sini’, dengan nada emosi,” ujar Eko mengulang perkataannya, Kamis (18/06/2026) pagi.
Menurut Eko, dirinya tidak mempermasalahkan penolakan tersebut. “Saya jawab, ‘Oh baik bang kalau nggak boleh’,” katanya.
Eko kemudian mencoba menanyakan identitas petugas tersebut. Alih-alih mendapat jawaban, ia mengaku justru mendapat respons dengan nada tinggi dan penuh emosi.
Merasa sikap petugas tidak profesional, Eko lalu mengambil dokumentasi singkat menggunakan telepon genggamnya. Saat itulah situasi disebut memanas.
“Saya lanjut ngambil dokumentasi dirinya yang sedang sibuk main HP dengan durasi pendek. Tiba-tiba dia mendekat dan situasi memanas hingga nyaris terjadi kontak fisik,” tutur Eko.
Menurutnya, petugas tersebut juga sempat melontarkan ucapan, “Gak ada urusan media-media apa,” meski sebelumnya Eko mengaku telah memperkenalkan diri sebagai wartawan yang sedang melakukan dokumentasi di pos jaga.
Ketegangan antara keduanya baru mereda setelah sejumlah petugas sekuriti lain yang berada di lokasi segera datang dan memisahkan keduanya sehingga insiden yang berpotensi berujung adu fisik dapat dihindari.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak sekuriti maupun Sekretariat DPRD Majalengka terkait kronologi dan klaim yang disampaikan oleh wartawan tersebut. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com






Komentar