RUZKA INDONESIA — Universitas Indonesia (UI) kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan pakar-pakar unggulan di bidang energi bersih dan berkelanjutan.
Kali ini, UI secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Bambang Priyono, M.T. sebagai Guru Besar Tetap Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik UI (FTUI) dalam bidang Material Energi Baru dan Terbarukan. Upacara pengukuhan berlangsung di Balai Sidang UI, Depok, pada Rabu (29/04/2026), dan menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik UI untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam transisi energi global.
Dalam pidato pengukuhannya berjudul โPengembangan Baterai Litium-ion Berbasis Sumber-sumber Material Terbarukan Menuju Kemandirian Energi Bangsaโ, Prof. Bambang menyoroti urgensi pengembangan teknologi penyimpanan energi sebagai solusi atas krisis energi, polusi udara, dan tantangan keberlanjutan.
Ia menekankan bahwa pemanfaatan energi terbarukan seperti matahari dan angin membutuhkan sistem penyimpanan yang efisien, di mana baterai litium-ion berperan penting sebagai teknologi battery energy storage (BES).
โKemandirian energi bangsa hanya dapat dicapai bila kita mampu mengembangkan teknologi baterai dengan bahan baku terbarukan yang berlimpah di Indonesia, sehingga aplikasinya berkelanjutan dan ramah lingkungan,โ ujar Prof. Bambang.
Sebagai bagian dari risetnya, Prof. Bambang menekankan pengembangan baterai sekunder litium-ion, khususnya pada material anoda, katoda, dan upaya peningkatan performa dengan
memanfaatkan bahan baku terbarukan berupa biomassa. Fokus ini mencerminkan arah penelitian yang konsisten dengan kebutuhan energi bersih Indonesia.
Ia juga menggarap teknologi flash-joule untuk menghasilkan grafena multi-layer dari biomassa secara cepat dan ramah lingkungan, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas elektroda baterai sekaligus membuka aplikasi
lebih luas.
โKita memiliki potensi luar biasa dalam mencapai kemandirian energi bangsa, sehingga dalam pengembangan riset flash-graphene ini, kerja sama antar peneliti dan industri yang memiliki kepakaran dalam pemanfaatan material maju ini akan semakin meningkat dan bisa mewujudkan hasil-hasil penelitian yang impactful untuk bangsa kita,โ jelas peneliti kelahiran Jakarta tersebut.
Selain itu, Prof. Bambang mulai mengembangkan penelitian baterai sodium-ion yang memiliki prospek besar karena bahan bakunya sangat berlimpah di Indonesia.
Langkah ini memperluas cakupan risetnya dari litium-ion menuju alternatif lain yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam transisi energi bersih. Konsistensi dan relevansi penelitian inilah yang mengantarkannya dikukuhkan sebagai Guru Besar UI di bidang Material Energi Baru dan Terbarukan.
Dalam pidatonya, Prof. Bambang juga menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa sebagai negara kepulauan tropis dengan garis pantai terpanjang di dunia. Potensi energi terbarukan dari sinar matahari dan angin sangat besar, namun sifatnya yang intermiten menuntut adanya teknologi penyimpanan energi yang handal. Baterai litium-ion dengan efisiensi coulombic (Coulombic Efficiency/CE) rata-rata 95% dan masa pakai lebih dari 8 tahun menjadi solusi yang semakin ekonomis.
โDengan riset yang tepat, kita dapat memanfaatkan biomassa lokal sebagai material baterai, sehingga tidak hanya mengurangi ketergantungan pada impor bahan tambang, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi sumber daya alam Indonesia,โ tegasnya.
Karier akademik Prof. Bambang telah terukir lebih dari tiga dekade sejak bergabung sebagai dosen FTUI pada 1991.
Ia menempuh pendidikan sarjana, magister, dan doktor di Fakultas Teknik UI, serta aktif dalam berbagai organisasi profesi seperti Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Materials Research Society Indonesia (MRS-INA). Dedikasinya diakui melalui penghargaan Satyalencana XXX dari Presiden RI (2023) dan Satya Lencana Dharma Makara UI.
Prof. Bambang juga produktif menghasilkan publikasi internasional di bidang material energi, termasuk riset tentang anoda berbasis biomassa untuk baterai sodium-ion, pengembangan katoda NMC dengan material lokal, serta analisis teknis dan ekonomi penerapan energi bersih di Indonesia.
Selain kiprah akademik, Prof. Bambang juga aktif dalam pengabdian masyarakat dan kolaborasi dengan industri.
Ia terlibat dalam riset bersama mengenai pemanfaatan biomassa lokal seperti sekam padi (rice husk) dan cangkang telur ayam (chicken eggshell) sebagai material dopan untuk
katoda baterai.
Inovasi ini tidak hanya memperkuat riset akademik, tetapi juga membuka peluang komersialisasi teknologi baterai berbasis sumber daya lokal.
Dengan demikian, riset yang dikembangkannya memiliki dampak langsung bagi masyarakat dan industri energi nasional.
Pengukuhan Prof. Bambang Priyono menjadi Guru Besar FTUI tidak hanya menambah deretan akademisi unggul UI, tetapi juga menandai lahirnya pemikiran strategis baru dalam bidang energi
bersih.
Dengan riset yang berorientasi pada kemandirian energi bangsa, Prof. Bambang diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berinovasi, memperkuat ekosistem riset energi terbarukan, dan menjadikan Indonesia sebagai pemain penting dalam teknologi baterai di tingkat
global. (***)
Jurnalis: Ruzka Azra Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com




















Komentar