RUZKA INDONESIA — Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok mengirimkan delegasi pemuda untuk mengikuti ajang Youth City Changers (YCC) 2026.
Ajang ini merupakan sebuah forum kolaborasi nasional yang mempertemukan inovator muda merumuskan solusi pembangunan kota berkelanjutan.
Delegasi Kota Depok diwakili oleh Muhammad Fathan Izzuddin dan Soffi Fathia Rahmi.
Keduanya membawa semangat kolaborasi serta gagasan inovatif yang berangkat dari potensi besar generasi muda di Kota Depok.
Dalam forum tersebut, Fathan menyampaikan, Depok sebagai kota dengan lebih dari dua juta penduduk dan dikenal sebagai kawasan pendidikan memiliki energi pemuda yang sangat besar.
Namun, pesatnya urbanisasi menjadi tantangan yang harus direspons dengan langkah adaptif dan kolaboratif.
โPotensi talenta muda di Depok sangat besar, tetapi perlu sinergi strategis agar mampu mencetak sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing,โ ujarnya, Selasa (30/06/26).
Sebagai bentuk kontribusi nyata, Fathan menginisiasi Kelas Kampus, platform edukasi digital yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesiapan kerja generasi muda. Inovasi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan karier di era yang terus berkembang.
OKE Garden
Sementara itu, Soffi Fathia Rahmi menghadirkan OKE Garden, sebuah gerakan yang berfokus pada digitalisasi industri lanskap.
Melalui program ini, ruang-ruang perkotaan didorong untuk bertransformasi menjadi taman hijau produktif, sekaligus memberdayakan pekerja informal lokal.
โKami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,โ kata Soffi.
โSelain inovasi, delegasi Depok juga mengangkat kekayaan budaya lokal sebagai identitas kota, seperti Gong Si Bolong dan Tari Topeng Cisalak, yang menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda,โ pungkasnya. (***)
Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com






Komentar