Lingkungan Nasional
Beranda ยป Berita ยป Cegah Karhutla, Polda dan Pemprov Banten Bentuk Satgas Terpadu, Jaga Kawasan TPA

Cegah Karhutla, Polda dan Pemprov Banten Bentuk Satgas Terpadu, Jaga Kawasan TPA

Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki. (Foto: Dok Egi Hendrawan)

RUZKA INDONESIA — Kepolisian Daerah (Polda) Banten bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu untuk menjaga sejumlah titik rawan dari potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama puncak musim kemarau.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan penempatan satgas gabungan ini berfokus pada pengamanan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang tersebar di wilayah Banten, seperti TPA Jatiwaringin, Bagendung, dan Cilowong.

“Semua kita siapkan di pos terpadu, baik personel maupun sarana prasarananya seperti mobil pemadam kebakaran, ambulans, hingga dapur lapangan yang siap digunakan setiap saat manakala terjadi kebakaran,” kata Hengki usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Karhutla, di Serang, Banten, Senin (03/08/2026).

Pembentukan pos terpadu yang melibatkan unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemerintah daerah ini diinisiasi sebagai langkah deteksi dini, sekaligus mencegah adanya aktivitas pembakaran secara sengaja oleh warga di area rawan.

Lebih lanjut Kapolda Banten menegaskan pihaknya juga menggencarkan patroli dan edukasi agar masyarakat tidak sembarangan membuka lahan dengan cara dibakar.

Meriahkan Hari Kemerdekaan, Pemkot Depok akan Bagikan Ribuan Bendera Gratis

“Bagi pihak yang sengaja melakukan pembakaran, sesuai ketentuan undang-undang lingkungan hidup, ada ancaman sanksi pidana di atas lima tahun,” ucapnya.

Sementara itu Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi langkah Kapolda Banten dalam membentuk satgas yang siaga di masing-masing TPA.

Ia menyoroti tingginya kerawanan di kawasan pembuangan akhir tersebut akibat tumpukan sampah.

“Di TPA sudah ada gas metana yang tertumpuk bertahun-tahun dan ini perlu diantisipasi. Tidak boleh ada percikan api, tidak boleh ada kegiatan membakar sampah, dan ini memerlukan koordinasi bersama,” ungkapnya.

Selain mengantisipasi karhutla, Andra Soni menambahkan Pemprov Banten saat ini juga tengah memetakan wilayah terdampak kekeringan ekstrem yang diprediksi BMKG mencapai puncaknya pada bulan Agustus, guna memastikan bantuan air bersih dapat disalurkan dengan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan. (***)

Jaga Warisan Leluhur, H. Baya Dorong Nyiramkeun Pusaka Jadi Wisata Edukasi

Jurnalis: Egi Hendrawan
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom