RUZKA INDONESIA โ BDx Data Centers (BDx) hari ini memulai pembangunan (groundbreaking) AI Campus 2 (CGK4), kawasan pusat data AI berkapasitas 640 MW di Jatiluhur, Jawa Barat, Indonesia. Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, dan Saepul Bahri Binzein, Bupati Purwakarta, menghadiri seremoni groundbreaking tersebut bersama jajaran pimpinan BDx dan BDx Indonesia.
Kawasan ini didukung oleh kapasitas listrik jaringan sebesar 845 MVA dari perusahaan listrik negara PLN, yang merupakan bagian dari posisi pasokan listrik BDx yang telah diamankan sebesar lebih dari 1,2 GVA di seluruh kawasan siap-AI miliknya di Indonesia. CGK4 diperkirakan dikembangkan dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, dengan gedung-gedung yang dioperasikan secara bertahap untuk memenuhi permintaan kapasitas AI berdensitas tinggi yang terus meningkat.
CGK4 mencerminkan transformasi BDx menjadi platform infrastruktur digital yang mengedepankan AI (AI-first), dengan menghadirkan pasokan listrik yang telah diamankan, kapasitas berdensitas tinggi, serta waktu penyediaan (time-to-market) yang lebih cepat untuk beban kerja AI di kawasan Asia-Pasifik.
CGK4 telah memperoleh sertifikasi dalam program NVIDIA DGXโข-Ready Colocation Data Center pada April 2025. Berlokasi sekitar lima kilometer dari Bendungan Jatiluhur, kawasan ini akan menerima pasokan listrik melalui PLN dalam kerangka jaringan listrik nasional Indonesia dan secara aktif menjajaki jalur energi rendah karbon, termasuk skema pemanfaatan tenaga air bersama PJT, guna mendukung pertumbuhan infrastruktur AI di wilayah tersebut dengan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Pembangunan telah dimulai pada Gedung 1, yang pertama dari enam gedung yang direncanakan di lokasi tersebut. Gedung 1 akan menghadirkan kapasitas IT sebesar 120 MW secara bertahap, dengan fase pertama yang telah terkontrak diperkirakan mulai beroperasi pada awal 2027. Fasilitas ini dibangun dengan arsitektur pendingin cair langsung ke chip (direct-to-chip liquid cooling) yang dirancang untuk mendukung hingga 500 kW per rak bagi generasi akselerator AI saat ini maupun di masa mendatang.
CGK4 telah menarik minat kuat dari sejumlah hyperscaler, perusahaan teknologi global, penyedia layanan cloud berbasis AI (AI-native), dan pelaku usaha yang mencari kapasitas siap AI di Asia Tenggara dan kawasan lainnya. Laju permintaan tersebut mencerminkan betapa cepatnya kebutuhan pelanggan meningkat.
“Indonesia tengah memasuki fase baru pembangunan digital dan AI, dan CGK4 merupakan investasi jangka panjang pada infrastruktur yang dibutuhkan pada fase tersebut. Kawasan ini menjadi jangkar bagi ekosistem AI yang tumbuh di Jawa Barat: kapasitas berdensitas tinggi yang dapat diskalakan dan dibangun untuk membawa beban kerja AI tingkat lanjut ke tahap produksi lebih cepat, dengan jalur yang andal bagi pelanggan seiring meningkatnya permintaan,” ujar Mayank Srivastava, Chief Executive Officer, BDx Data Centers.
CGK4 merupakan bagian dari ekspansi kawasan BDx yang berfokus pada AI di Indonesia, yang didukung oleh fasilitas pinjaman senilai US$320 juta yang diperoleh pada 2026.
“Ini adalah langkah nyata bagi ekonomi digital Indonesia. Kami menghadirkan infrastruktur AI yang berdaulat dan berdensitas tinggi bersama para mitra nasional. Hal ini memungkinkan perusahaan lokal, instansi pemerintah, dan pengembang menjalankan beban kerja AI tingkat lanjut di dalam negeri, sekaligus menciptakan lapangan kerja terampil dan nilai jangka panjang di Jawa Barat,” ujar Agus Hartono Wijaya, Chief Executive Officer, BDx Indonesia.
Indonesia termasuk di antara sedikit pasar di Asia-Pasifik yang memadukan ketersediaan kapasitas jaringan listrik, lahan berskala kawasan, dan permintaan AI domestik yang kuat, didukung oleh insentif Kawasan Ekonomi Khusus untuk investasi infrastruktur berskala besar. Platform BDx di Indonesia mencakup AI Campus 1 (CGK3/3A), AI Campus 2 (CGK4), dan AI Campus 3 (CGK5), dengan kapasitas jaringan listrik lebih dari 1,2 GVA yang telah diamankan di seluruh kawasan siap-AI miliknya di Indonesia. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com



Komentar