Teknologi
Beranda ยป Berita ยป Pertumbuhan Infrastruktur AI Tuntut Efisiensi dan Observabilitas Lebih Baik

Pertumbuhan Infrastruktur AI Tuntut Efisiensi dan Observabilitas Lebih Baik

Artificial Intelligence (AI). Foto: Ilustrasi
Artificial Intelligence (AI). Foto: Ilustrasi

RUZKA INDONESIA โ€“ Adopsi AI yang berkembang di Indonesia menuntut perusahaan memiliki visibilitas lebih baik terhadap infrastruktur AI agar investasi menghasilkan performa andal dan nilai bisnis nyata.

Datadog, Inc. (DDOG), platform observabilitas dan keamanan berbasis AI untuk aplikasi cloud, menilai beban kerja AI mencakup GPU, infrastruktur cloud, jaringan, model, hingga aplikasi yang masing-masing menghasilkan data performa berbeda. Tanpa tampilan terintegrasi, organisasi kesulitan mengidentifikasi kendala dan memahami akar masalah.

Kebutuhan visibilitas semakin penting seiring pembangunan infrastruktur AI berskala besar di Indonesia. Pada Agustus lalu diumumkan rencana pembangunan AI Factory dengan kapasitas hingga 1 gigawatt (GW) dalam tiga tahun, memposisikan Indonesia mendukung pengembangan AI regional. Pada skala ini, komputasi, jaringan, daya, dan sistem pendingin direncanakan sebagai kesatuan sistem terintegrasi.

“Skala infrastruktur AI berkembang pesat, tetapi kapasitas komputasi lebih besar tidak serta-merta menghasilkan hasil bisnis lebih baik,” ujar Field CTO Asia-Pasifik & Jepang di Datadog, Yadi Narayana.

Menurutnya, saat organisasi menjalankan AI ke tahap produksi, mereka perlu memahami kinerja lingkungan, konsumsi sumber daya, dan potensi hambatan. Tanpa visibilitas, sulit menentukan masalah berasal dari model, aplikasi, infrastruktur, atau keterbatasan kapasitas.

Main Game Tanpa Ruang Gaming, Kenalan dengan YXSTABY dari IKEA

Kebutuhan pemantauan terintegrasi terlihat pada Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) yang telah menyatukan lebih dari enam perangkat pemantau terpisah di jaringan, IT, dan platform digital ke dalam satu platform Datadog, sehingga memperoleh visibilitas menyeluruh.

Laporan State of AI Engineering 2026 dari Datadog berbasis data penggunaan ribuan organisasi menemukan hampir satu dari 20 permintaan AI mengalami kegagalan saat mencapai produksi secara global. Hampir 60 persen kegagalan berkaitan batasan kapasitas, rate limits, kuota, dan batas konkurensi, bukan kualitas model.

Laporan juga menemukan rata-rata volume data yang dikirim ke model AI per permintaan melonjak lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir pada organisasi dengan penggunaan biasa, sementara pengguna tertinggi meningkat hingga empat kali lipat. Pertumbuhan volume dapat meningkatkan biaya dan kompleksitas operasional.

Datadog menyediakan perangkat lunak observabilitas yang memungkinkan organisasi memantau lingkungan AI di tingkat infrastruktur dan aplikasi, termasuk penggunaan GPU dan token berdasarkan beban kerja, tim, serta skenario penggunaan, yang dikaitkan dengan metrik latensi, kesalahan, dan performa aplikasi.

“Fase berikutnya infrastruktur AI tidak hanya ditentukan seberapa besar kapasitas komputasi, melainkan seberapa efektif organisasi mengoperasikan dan mengoptimalkan lingkungan,” ujar Yadi.

Ketika AI Menjadi โ€œStafโ€ Pekerjaan Anda, Siapa yang Mengawasinya?

Menurutnya, organisasi yang membangun visibilitas sejak dini akan lebih baik mengendalikan biaya, menjaga performa, serta menangani masalah sebelum berdampak kritis. Hal ini krusial bagi Indonesia yang memperluas pembangunan infrastruktur AI skala regional agar investasi kapasitas mampu menghasilkan layanan AI andal, efisien, dan berkelanjutan. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom