RUZKA INDONESIA — Persoalan pendidikan menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak dikeluhkan masyarakat dalam kegiatan Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor masa sidang I Tahun 2026โ2027 Daerah Pemilihan (Dapil) II di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Rabu (14/10/2026).
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Golkar Dapil II, H. Amin Sugandi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima gelombang aspirasi warga yang menyoroti minimnya sarana dan prasarana penunjang belajar-mengajar di wilayah tersebut.
Sejumlah persoalan krusial yang mencuat antara lain mendesaknya kebutuhan Ruang Kelas Baru (RKB), rehabilitasi gedung sekolah yang rusak, hingga keterbatasan fasilitas sanitasi dasar.
Bahkan, masih ditemukan sekolah yang belum memiliki toilet layak bagi para murid dan guru.
“Yang paling banyak terkait dengan masalah pendidikan. Artinya ruang kelas baru, rehab, terus juga WC. Ada sekolah yang masih belum ada WC, itu yang banyak mencuat,” ujar Amin.
Tak hanya persoalan pendidikan, warga Jonggol juga memanfaatkan momen reses untuk menyuarakan aspirasi di bidang kesehatan dan infrastruktur.
Di antaranya kebutuhan penataan lahan parkir di Puskesmas Balekambang yang hingga kini belum tuntas, serta usulan perbaikan akses jalan menuju kawasan PPB.
Keluhan Warga
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Amin menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Bogor berkomitmen penuh untuk mengawal seluruh masukan warga agar dapat direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.
Salah satu langkah konkrit yang disiapkan adalah mengintervensikan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
“Dewan-dewan yang tadi reses sudah komitmen semuanya. Tinggal dikoordinasikan, dikomunikasikan. Bahkan pokok-pokok pikiran yang dewan miliki terkait dengan itu, kita akan bantu, akan kita selesaikan,” tegasnya.
Amin, menekankan bahwa sektor pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus indikator penting kemajuan daerah.
Karena itu, penanganan prasarana sekolah tidak boleh ditunda dan harus dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat urgensinya.
Ia mendesak agar sekolah dengan kondisi rusak berat dijadikan skala prioritas utama dalam alokasi anggaran dan perbaikan.
“Kalau ada yang rusak berat, rusak sedang, rusak ringan, yang rusak berat ini yang menjadi prioritas,” ucap Amin.
Sinergi Pemkab dan DPRD
Amin, berharap sinergi antara Pemkab Bogor dan DPRD dapat terus diperkuat. Menurutnya, komitmen Kepala Daerah terhadap sektor pendidikan harus dibarengi dengan aksi nyata di lapangan agar fasilitas belajar tercukupi dan kenyamanan siswa terjamin.
“Jangan sampai nanti mencuat ke publik seolah-olah tidak diperhatikan, padahal kepala daerah komitmen terkait dengan pendidikan,” pungkasnya.
Lewat hasil reses di Kecamatan Jonggol ini, DPRD Kabupaten Bogor berharap aspirasi warga tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas, melainkan segera ditindaklanjuti dalam program pembangunan daerah yang tepat sasaran. (***)



Komentar