RUZKA INDONESIA — Antusiasme warga membanjiri pelaksanaan kegiatan Reses Mandiri Masa Sidang I Tahun 2026–2027 yang digelar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PPP Daerah Pemilihan (Dapil) II, H. Junaedi Samsudin atau yang akrab disapa Junsam, di Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), Rabu (14/10/2026).
Kehadiran warga membeludak hingga melebihi 140 orang. Angka tersebut melampaui estimasi awal panitia penyelenggara dan menjadi cerminan besarnya harapan masyarakat daerah pemilihan (Dapil) II terhadap keterwakilan aspirasi mereka di parlemen daerah.
Dalam forum tersebut, sekitar 20 usulan strategis berhasil dihimpun. Meski keterbatasan waktu membuat penyampaian secara lisan diwakilkan oleh 10 tokoh masyarakat, dinamika dialog berlangsung hangat dan penuh semangat keterbukaan.
Aspirasi yang mengemuka didominasi oleh kebutuhan dasar masyarakat, di antaranya: Infrastruktur jalan dan drainase, Fasilitas Pendidikan termasuk pembangunan toilet sekolah, Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS).
“Alhamdulillah, hari ini saya melaksanakan reses perorangan atau mandiri di Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol. Antusiasme masyarakat ternyata sangat tinggi, bahkan membeludak di luar prediksi hingga lebih dari 140 orang,” ucap Junsam.
Ia memastikan seluruh aspirasi baik yang disampaikan secara lisan maupun tertulis akan dikawal ketat dalam pembahasan penganggaran daerah.
Persoalan Krusial
Salah satu persoalan krusial yang paling banyak dikeluhkan warga adalah matinya fasilitas PJUTS di sepanjang jalan utama kabupaten. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan saat malam hari.
Menanggapi keluhan tersebut, Junsam menegaskan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengambil langkah cepat dengan mengalokasikan anggaran perbaikan pada APBD Perubahan.
“Alhamdulillah, kami bersama Pemkab Bogor sudah menganggarkan perbaikan lampu-lampu yang mati di anggaran perubahan. Mudah-mudahan PJUTS yang diusulkan masyarakat hari ini termasuk yang segera diperbaiki,” ucapnya lagi.
Ia menambahkan, alokasi anggaran kali ini difokuskan pada pemulihan titik-titik PJU yang rusak, di samping porsi untuk pengadaan tiang dan lampu baru di wilayah rawan.
Selain menyerap aspirasi pembangunan, Junsam juga menjelaskan alasan dirinya bersama Fraksi PPP memilih melaksanakan reses secara mandiri atau perorangan.
Menurutnya, reses kelompok yang umumnya dilaksanakan di tingkat kecamatan lebih banyak melibatkan unsur pemerintahan desa dan membahas aspirasi yang sebelumnya telah di himpun melalui mekanisme perencanaan pembangunan.
Sampaikan Kebutuhan
Sementara melalui reses mandiri, masyarakat dapat menyampaikan kebutuhan berdasarkan kondisi nyata dilakukan masing-masing, mulai dari warga, pengurus RT dan RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga kepala desa.
“Setelah evaluasi, kami ingin suasana baru yang berhubungan langsung dan menyentuh masyarakat secara presisi. Kalau reses mandiri seperti ini, aspirasi memang langsung dari bawah, dari masyarakat yang bersentuhan langsung dengan persoalan di lingkungan mereka,” pungkas Junsam. (***)
Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Editor: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar