Departemen Meteorologi India memperingatkan adanya potensi curah hujan sangat lebat di Jammu dan Kashmir selama dua hari ke depan.
RUZKA INDONESIA–Banjir bandang dan tanah longsor akibat hujan monsun menewaskan sedikitnya 19 orang di India pada Minggu (19/07/2026). Hingga kini tim tanggap darurat masih melakukan operasi penyelamatan di wilayah-wilayah yang terdampak.
Menurut keterangan pejabat dan media setempat, delapan orang tewas di negara bagian timur laut Nagaland, yang berbatasan dengan Myanmar, sedangkan 11 orang lainnya meninggal di Jammu dan Kashmir yang dikelola India.
“Kami telah mengevakuasi empat dari delapan jenazah, dan upaya penyelamatan masih berlangsung,” ujar Wennyei Konyak, pejabat administratif distrik Mon di Nagaland.
Kepala Menteri Jammu dan Kashmir, Omar Abdullah, menyatakan duka mendalam atas banjir bandang hebat di Rajouri, wilayah Jammu di kawasan tersebut, demikian pernyataan kantornya.
โBanjir itu menyebabkan kerusakan parah pada properti publik maupun pribadi, termasuk terminal bus, dan mengganggu kehidupan banyak orang,” tambah kantornya.
Stasiun penyiaran India, NDTV, melaporkan bahwa sedikitnya 11 orang tewas dan beberapa lainnya hilang di Jammu.
Personel militer dan tim tanggap darurat negara bagian menyelamatkan 11 orang, termasuk lima anak-anak, di distrik Rajouri, Jammu, menurut keterangan pihak militer.
Departemen Meteorologi India memperingatkan adanya potensi curah hujan sangat lebat di Jammu dan Kashmir selama dua hari ke depan.
Para pejabat juga mengumumkan penangguhan sementara ziarah tahunan umat Hindu ke Amarnath di wilayah Kashmir.
Ziarah tersebut ditangguhkan demi keselamatan dan kesejahteraan seluruh peziarah, kata pemerintah setempat dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.
โKegiatan itu baru akan dilanjutkan setelah kondisi cuaca membaik dan rute perjalanan dinyatakan aman,” kata pernyataan tersebut.
Lebih dari 400.000 umat Hindu mengikuti ziarah selama satu bulan di wilayah tersebut pada tahun lalu.
Pihak berwenang juga menangguhkan ziarah umat Hindu ke kuil Vaishno Devi di Jammu, yang dikunjungi jutaan orang setiap tahunnya.
Banjir dan insiden terkait merupakan kejadian tahunan di seluruh India selama musim monsunโyang datang setelah musim panas yang panjang, saat banyak wilayah di negara itu menghadapi kelangkaan air parah dan kondisi menyerupai kekeringan.(*/AFP)
Editor: Amiruddin






Komentar