RUZKA INDONESIA — Universitas Indonesia (UI) melalui karya kreatif mahasiswa Program Studi (Prodi) Bisnis Kreatif, Program Pendidikan Vokasi, berhasil memperkenalkan sebuah inovasi
ramah disabilitas bernama REKAT, yang diharapkan berdampak nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
REKAT merupakan bra inklusif yang dirancang khusus untuk mempermudah proses berpakaian bagi perempuan dengan keterbatasan motorik, lansia, maupun penyandang disabilitas tanpa mengorbankan aspek kenyamanan dan estetika.
Aktivitas berpakaian merupakan rutinitas dasar harian yang sering kali menjadi tantangan besar bagi perempuan dengan keterbatasan fisik, bahkan memengaruhi kemandirian serta rasa percaya diri mereka.
Tergerak oleh kondisi tersebut, REKAT dikembangkan oleh lima mahasiswa Vokasi UI, yaitu Patricia Revi De Mila, Quency Nova Mardira, Aulia Attaya, Nayang Nurizah, dan Annas
Tasya.
Proyek ini lahir dari mata kuliah Pengembangan Produk yang menuntut mahasiswa mengidentifikasi masalah riil di masyarakat, merancang solusi, hingga menelurkan prototipe yang fungsional.
Inovasi ini dinilai sangat relevan dengan pemenuhan hak aksesibilitas di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, terdapat sekitar 22,97 juta jiwa penyandang disabilitas di Indonesia atau setara dengan 8,5 persen dari total penduduk.
Angka tersebut menegaskan besarnya kebutuhan pasar akan produk fesyen inklusif yang menerapkan inclusive design, sebuah aspek yang selama ini masih jarang menyentuh produk pakaian dalam seperti bra. Ide ini kian kuat setelah salah satu anggota tim menyaksikan langsung hambatan motorik yang dialami anggota keluarganya sendiri.
Melalui pendekatan desain yang berpusat pada pengguna (user-centered design), REKAT hadir dalam bentuk bra tanpa kawat (wireless bra) yang dilengkapi dengan sistem front magnetic interlock.
Sederhana dan Mandiri
Mekanisme pengait magnet di bagian depan ini memungkinkan pengguna mengenakan dan melepaskan pakaian dengan gerakan yang jauh lebih sederhana dan mandiri dibandingkan dengan struktur pengait konvensional di bagian belakang.
Proses pengembangan produk ini memakan waktu kurang lebih tiga bulan, mencakup studi literatur, riset kebutuhan, eksplorasi material, hingga wawancara mendalam dengan calon pengguna.
Di bawah bimbingan dosen pengampu, tim turut melakukan kunjungan langsung ke industri lingerie untuk mempelajari konstruksi pakaian dalam.
Dari sana, tim memahami bahwa tantangan dalam berpakaian, khususnya mengenakan bra, bukan semata perkara teknis, melainkan berkelindan erat dengan privasi, kenyamanan psikologis, hingga kepercayaan diri dan kemandirian seseorang.
โKami belajar bahwa inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru. Terkadang, inovasi terbaik hadir dari kemampuan memahami kebutuhan pengguna dan menyederhanakan pengalaman mereka. Dari proses ini, kami menyadari bahwa empati merupakan bagian penting dalam menciptakan solusi yang benar-benar relevan dan berdampak,โ ujar Patricia Revi mewakili tim pengembang REKAT.
Apresiasi terhadap inovasi REKAT datang dari Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, S.K.M., S.St., M.Sc. Ia menegaskan bahwa REKAT adalah manifestasi nyata dari bagaimana sains dan kreativitas di dalam kelas ditransformasikan menjadi aksi sosial yang inklusif.
โREKAT adalah bukti tak terbantahkan bahwa mahasiswa mampu menerapkan empati, kreativitas, dan pengetahuan yang diperoleh di kelas untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. Inovasi seperti ini tidak hanya menghasilkan produk yang fungsional, tetapi juga
berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, setara, dan berkeadilan bagi semua,โ ungkap Dr. Safrin.
Lahirnya REKAT sekaligus mempertegas komitmen UI dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 5 tentang Kesetaraan Gender (Gender Equality) dan SDG 10 tentang Pengurangan Kesenjangan.(Reduced Inequalities). REKAT juga berpotensi menjadi model inovasi fesyen inklusif di Indonesia, membuka jalan bagi lahirnya produk-produk kreatif yang ramah disabilitas dan berkeadilan sosial.
Melalui kehadiran produk inovatif dari Program Pendidikan Vokasi ini, Universitas Indonesia kembali memperkuat posisi strategisnya sebagai kampus yang responsif terhadap realitas sosial
masyarakat.
UI berkomitmen penuh untuk terus mewadahi riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat lintas disiplin yang mampu mentransformasikan gagasan akademis menjadi solusi aplikatif demi mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat Indonesia yang mandiri dan inklusif. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com






Komentar