Ekonomi
Beranda » Berita » Rittal Resmikan ModCenter Pertama di Indonesia, Percepat Proses Engineering hingga 20 Kali Lipat

Rittal Resmikan ModCenter Pertama di Indonesia, Percepat Proses Engineering hingga 20 Kali Lipat

Rittal meresmikan pusat modifikasi 0ertama di Indonesia untuk mempercepat engineering dan instalasi industri. Foto: dok Ruzka Indonesia

RUZKA INDONESIA – Rittal Indonesia meresmikan Rittal Modification Center (ModCenter) di Jakarta pada 6 Juli 2026. Fasilitas ini menjadi pusat modifikasi enclosure pertama Rittal di Indonesia untuk mempercepat layanan engineering dan instalasi bagi sektor manufaktur, energi, data center, dan otomasi industri.Rittal menginvestasikan sekitar EUR 400 ribu untuk pembangunan dan operasional ModCenter.

Investasi tersebut mencakup teknologi machining otomatis Perforex MT, integrasi perangkat lunak engineering EPLAN, serta program pelatihan dan sertifikasi talenta engineering lokal.

Kehadiran ModCenter merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Rittal mendukung pengembangan industri nasional dan agenda Making Indonesia 4.0. Fasilitas ini diharapkan mendorong adopsi otomasi, Industrial Internet of Things (IIoT), dan digital engineering di berbagai sektor industri.

Ajay Bhargava, Executive Vice President ASEAN Region Rittal, menyebut Indonesia sebagai pasar paling menjanjikan di ASEAN.

“Kehadiran kami melalui Rittal Modification Center di Indonesia mencerminkan keyakinan jangka panjang kami terhadap potensi Indonesia serta komitmen untuk menghadirkan kapabilitas engineering global lebih dekat kepada industri lokal,” ujar Ajay.

Prof Didik J Rachbini: Penurunan PMI Manufaktur Jadi Alarm Melemahnya Industri Nasional

Sebelumnya, pelanggan harus melakukan modifikasi sendiri atau mengirim produk ke fasilitas Rittal di Singapura maupun India. Proses itu membutuhkan waktu lebih lama, biaya logistik tinggi, dan koordinasi proyek lebih kompleks. Dengan ModCenter Jakarta, modifikasi kini dapat dilakukan secara lokal dengan standar kualitas global yang sama.

ModCenter mengintegrasikan teknologi machining otomatis Perforex MT. Sistem berbasis komputer ini mampu melakukan pemotongan, pengeboran, tapping, hingga pelubangan enclosure secara otomatis dan terstandarisasi.Secara global, teknologi ini mempercepat proses machining hingga 8 kali untuk baja dan 20 kali untuk stainless steel dibanding metode manual.

Di Indonesia, proses yang sebelumnya 6–8 jam kini dapat diselesaikan dalam sekitar 30 menit.Sistem ini juga terintegrasi dengan EPLAN, platform digital engineering untuk merancang sistem kelistrikan, otomasi, dan panel industri. Integrasi EPLAN dan Perforex memungkinkan data engineering langsung mengalir ke proses manufaktur tanpa transfer data manual.

Michael Schell, Vice President Global Product Portfolio Management Rittal, menegaskan kecepatan implementasi kini sama pentingnya dengan kualitas produk.

“Pelanggan tidak lagi hanya mencari enclosure yang andal, tetapi juga solusi yang mampu mempercepat keseluruhan proses engineering dan instalasi,” jelas Michael.

Oktober, 40.000 Koperasi Merah Putih Siap Layani Masyarakat

Efisiensi Proyek hingga 74%

Berdasarkan studi Rittal, integrasi digital engineering dan manufaktur otomatis dapat menghasilkan efisiensi proses hingga 74% dibanding metode konvensional. Di ModCenter Indonesia, implementasi proyek dapat dilakukan 70–80% lebih cepat, waktu instalasi di lapangan berkurang 50–60%, dan pekerjaan lapangan ditekan 40–50% karena enclosure sudah disiapkan sesuai spesifikasi sejak awal.

Rahul Yadav, Managing Director Rittal Indonesia, menyebut fasilitas ini memberi akses ke standar global dengan lead time lebih singkat dan koordinasi proyek lebih efisien.

“Dengan hadirnya Modification Center di Indonesia, pelanggan tidak hanya memperoleh akses terhadap standar kualitas global, tetapi juga mendapatkan lead time yang lebih singkat,” ujar Rahul.

ModCenter Indonesia menjadi fasilitas pertama Rittal di Indonesia dan bagian dari jaringan global lebih dari 15 lokasi. Fasilitas ini didukung engineer lokal dengan dukungan teknis dari tim regional Asia Tenggara dan kantor pusat Rittal di Jerman.

Arif Rahman Komisi IV DPR: Laut Sehat adalah Kunci Ketahanan Pangan dan Ekonomi

Rittal adalah penyedia solusi global di bidang enclosure systems, automation, dan infrastructure. Produk Rittal digunakan lebih dari 90% industri di dunia. Bersama EPLAN, Cideon, dan RAS, Rittal mengintegrasikan hardware dan software untuk mendigitalisasi proses rantai nilai pelanggan.Friedhelm Loh Group, grup perusahaan keluarga Rittal, memiliki 13 fasilitas produksi dan 94 anak perusahaan dengan lebih dari 12.900 karyawan. Pada 2025 grup ini membukukan pendapatan 3,2 miliar euro.***

Editor: Yoyok Bepe, Email: yoyokbp@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom