RUZKA INDONESIA — Semangat pelestarian budaya Sunda kembali tergaungkan saat derasnya arus modernisasi.
Momentum itu terlihat dalam peringatan Milangkala ke-1 Masyarakat Adat Budaya Danghyang Rundayan Talaga (DRT) Tahun 2026 yang tergelar dalam kawasan Wisata Gununglaya Argasari, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka.
Kegiatan budaya berlangsung meriah tersebut menjadi simbol kebangkitan kearifan lokal sekaligus ruang refleksi.
Ini penting untuk menjaga identitas budaya saat perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Bupati Majalengka, Eman Suherman hadir langsung dalam acara tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Danghyang Rundayan Talaga atas konsistensinya menjaga dan melestarikan budaya Sunda.
Menurut Eman, budaya bukan sekadar warisan seni dan tradisi, melainkan fondasi penting dalam memperkuat karakter bangsa dan menjaga persatuan masyarakat.
โBudaya adalah pondasi penting dalam membangun karakter bangsa. Ketika budaya dijaga, maka identitas dan persatuan masyarakat juga akan tetap kuat,โ ujar Eman Suherman, Rabu (13/5/2026).
Sentuhan Modern
Dalam peringatan Milangkala tersebut, berbagai pagelaran seni etnik Sunda ditampilkan dengan sentuhan modern. Perpaduan itu menciptakan suasana budaya yang tetap sakral namun mampu menarik perhatian generasi muda.
Eman menilai kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya karuhun.
Hak itu tentu agar tetap mengenal akar sejarah serta bangga terhadap identitas budaya Sunda.
endekatan budaya yang terkemas lebih kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman dapat menjadi jembatan antara tradisi leluhur dan generasi masa kini.
โPelestarian budaya harus terus tergalakkan dengan pendekatan yang dekat dengan anak muda agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan tidak tergerus zaman,โ jelasnya.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga dinilai mampu memperkuat harmoni sosial dan kebersamaan masyarakat di Kabupaten Majalengka.
Pemerintah Kabupaten Majalengka, lanjut Eman, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya lokal .
Hal tersebut sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat berbasis nilai-nilai kearifan lokal.
โKami akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan budaya sebagai upaya menjaga harmoni sosial, memperkuat kebersamaan, dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Sunda di Majalengka,โ tegasnya.
Jaga Warisan Leluhur
Dewan Adat Masyarakat Adat Budaya Danghyang Rundayan Talaga, H. Baya, mengatakan Milangkala pertama DRT bukan hanya seremoni budaya semata.
Melainkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan leluhur.
Menurutnya, budaya Sunda harus terus terawat agar tidak kehilangan nilai dan identitas di tengah derasnya pengaruh modernisasi.
โKami ingin budaya Sunda tetap hidup, bukan hanya mengenangnya. Generasi muda harus ikut merasa memiliki dan bertanggung jawab menjaga warisan budaya karuhun,โ ujar H. Baya.
Ia menambahkan, keberadaan komunitas adat juga dengan harapan mampu menjadi ruang edukasi budaya sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat.
Peringatan Milangkala ke-1 Danghyang Rundayan Talaga menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap memiliki ruang penting di tengah modernisasi.
Dari kaki Gununglaya Argasari, semangat menjaga warisan leluhur kembali tergaungkan agar budaya Sunda tetap hidup dan terwariskan kepada generasi mendatang. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar