Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Tingkatkan Layanan, Bayar Pajak dan Restribusi di Depok Bisa Pakai QRIS

Tingkatkan Layanan, Bayar Pajak dan Restribusi di Depok Bisa Pakai QRIS

Pembayatan menggunakan QRIS. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)ย 
Pembayatan menggunakan QRIS. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK — Pemerintah Kota (Penkot) Depok membuat terobosan layanan digitalisasi dalam layanan publik.

Digitalisasi layanan, terutama dalam sistem pembayaran pajak dan retribusi daerah, dengan cara pembayaran melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kebijakan menggunakan QRIS sebagai kanal utama transaksi keuangan daerah untuk memudahkan pelayanan masyarakat.

Baca juga: Rapat Paripurna DPRD, Wali Kota Depok Tekankan Revisi Perda Pajak Segera Selesai Sebelum 14 Agustus 2025

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Depok, Nina Suzana, menegaskan bahwa seluruh pembayaran pajak dan retribusi akan diarahkan secara penuh melalui sistem digital.

Ini Sosok Dokter Karlina, Penerima Penghargaan Perempuan Inspiratif, Siap Gerakan Roda Perekonomian Kota Depok

Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk mempermudah masyarakat, tetapi juga meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan pendapatan daerah.

โ€œKami ingin semua pembayaran pajak dan retribusi dilakukan secara digital melalui kanal-kanal yang telah disiapkan. Jadi, tidak ada lagi pembayaran secara tunai,โ€ ujar Nina usai rapat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Depok, Senin (04/08/2025).

Baca juga: Kongres Persatuan PWI 2025 Siap Digelar, Syarat Ketum dan DPT Ditetapkan, Ini Mekanismenya

Digitalisasi menggunakan QRIS dapat menutup celah kebocoran pendapatan asli daerah (PAD), karena seluruh transaksi tercatat secara otomatis dalam sistem.

โ€œKalau sudah digitalisasi, tidak ada lagi transaksi tunai. Tingkat kebocoran juga dapat ditekan,โ€ terang Nina.

DJP Catat Pajak Sektor Digital Rp6,81 Triliun hingga Mei 2026

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Wahid Suryono, mengakui bahwa pemanfaatan QRIS oleh masyarakat masih tergolong rendah, meskipun potensinya sangat besar.

โ€œPadahal, potensi penggunaan QRIS ini sangat besar. Sayangnya, pemanfaatannya masih minim,โ€ jelasnya.

Baca juga: Program CKG untuk Pelajar, Dinkes Depok Targetkan 380.426 Siswa

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Depok akan menggandeng Bank BJB untuk memetakan hambatan yang dihadapi masyarakat maupun perangkat daerah dalam penerapan QRIS. Kolaborasi ini diharapkan mampu merumuskan solusi praktis agar adopsi QRIS bisa meningkat signifikan di Kota Depok.

โ€œNantinya akan ada desk khusus antara perangkat daerah dan BJB, untuk memetakan permasalahan serta mencari solusi yang tepat,โ€ pungkas Wahid. (***)

Waketum KADIN Jabar Rudi Malau Dukung Ekonomi Depok Lebih Mandiri

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom