Sekolah
Beranda ยป Berita ยป Talkshow Pendidikan Inklusif, Depok Dorong Sekolah ke Dunia Kerja

Talkshow Pendidikan Inklusif, Depok Dorong Sekolah ke Dunia Kerja

Foto ilustrasi pendidikan inklusi. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok menggelar Talkshow Pendidikan Inklusif di Balai Kota Depok, Kamis (21/05/2026).

Talkshow bertema Dari Sekolah ke Dunia Kerja, Mempersiapkan Masa Depan Anak Inklusi yang Mandiri dan Berdaya.

Untuk itu sekolah didorong untuk membekali peserta didik dalam menghadapi tantangan dan masa depan.

Pendidikan inklusif harus dimaknai lebih luas, yakni memastikan setiap peserta didik mendapatkan ruang untuk berkembang sesuai potensi masing-masing.

โ€œForum hari ini bukan sekadar ruang diskusi. Ini adalah ruang untuk menata ulang cara kita memandang anak, menguatkan kembali tugas mulia pendidikan dan memastikan tidak ada anak di Kota Depok yang merasa tertinggal hanya karena belajar dengan cara yang berbeda,โ€ ujar
Kepala Disdik Kota Depok, Wahid Suryono.

Kepsek SDN Nyalindung Bogor Bantah Ada Pungutan Biaya Eskul

Menurut Wahid, pendidikan inklusif tidak cukup hanya membuka akses masuk sekolah, tetapi juga harus menghadirkan proses belajar yang nyaman, aman, dan mendukung tumbuh kembang setiap peserta didik.

โ€œPendidikan inklusif tidak boleh berhenti pada akses. Akses memang penting, tetapi itu hanyalah pintu masuk. Tugas kita jauh lebih besar, yaitu memastikan anak merasa diterima, terlibat dalam proses belajar dan memiliki kesempatan berkembang sesuai kemampuan, minat, bakat, serta kebutuhannya,โ€ ungkapnya.

Ubah Pendekatan

Ia menambahkan, sekolah perlu mengubah pendekatan dalam melihat keberagaman peserta didik. Menurutnya, perbedaan cara belajar bukan alasan untuk menurunkan ekspektasi, melainkan dorongan untuk menghadirkan metode pembelajaran yang lebih adaptif.

โ€œSekolah tidak boleh memaksa semua anak berjalan dengan cara yang sama. Perbedaan itu bukan alasan untuk menurunkan harapan, tetapi alasan untuk memperbaiki cara kita mendampingi,โ€ tegas Wahid.

Ia juga menekankan pendidikan harus mampu menyiapkan peserta didik menghadapi masa depan, tidak hanya mengejar capaian akademik semata.

Pembelajaran di Luar Kelas, Siswa SDN 1 Cikelet Sambangi Mako Satpolairud Polres Garut

โ€œKita tidak boleh hanya bertanya nilai anak ini berapa. Kita juga harus bertanya anak ini sudah bisa apa, tertarik pada bidang apa dan dukungan apa yang dibutuhkan agar lebih mandiri. Sekolah harus mulai membangun jembatan dari ruang kelas menuju kehidupan,โ€ papar Wahid.

Kegiatan ini diikuti 350 peserta secara luring dan daring yang terdiri dari kepala sekolah, guru jenjang SD, SMP, SMA, pengawas sekolah, orang tua, serta pemerhati pendidikan.

Forum ini menjadi wadah penguatan pemahaman tentang pendidikan inklusif yang tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga kesiapan peserta didik menghadapi kehidupan nyata. (***)

Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Ciptadent dan Kolese Kanisius Gelar Aksi Sosial Bertajuk Gigi Kuat dan Sehat Bersama

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom