RUZKA INDONESIA — Pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur dan capaian angka statistik sem semata, melainkan pada kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai penggerak utamanya.
Hal tersebut ditegaskan Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, saat menjadi narasumber dalam Seminar Kementerian Perdagangan (Kemendag) bertema “Membangun Jiwa Wirausaha Generasi Muda: Strategi Mahasiswa dalam Belajar, Eksplorasi, dan Inovasi Usaha di Era Ekonomi Digital dan Perdagangan Global”, yang digelar di Auditorium Widya Sabha Uttama Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Senin (02/11/2026).
Pria yang akrab disapa Demer ini menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda, khususnya mahasiswa, agar berani bertransformasi dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) melalui inovasi di era perdagangan digital.
“Saya meyakini bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kita harus terlebih dahulu mengembangkan manusianya. Mahasiswa dan generasi muda perlu dipersiapkan agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” jelas Demer.
Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Pangkas Rantai Pasok
Selain penyiapan SDM di tingkat perguruan tinggi, legislator senior ini juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan berbasis perdesaan melalui skema Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Menurutnya, kehadiran KDMP memegang peranan strategis dalam memangkas efisiensi jalur distribusi perdagangan nasional.
“Kehadiran KDMP diharapkan dapat memangkas rantai pasok yang terlalu panjang serta menghubungkan produsen secara lebih langsung dengan konsumen. Dengan demikian, nilai ekonomi dapat dinikmati lebih besar oleh masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan UMKM di daerah,” ungkap Demer.
Ia menambahkan bahwa kemajuan suatu bangsa berakar dari masyarakat yang memiliki keberdayaan ekonomi mandiri.
“Membangun ekonomi berarti membangun manusianya. Karena kemajuan bangsa dimulai dari masyarakat yang berdaya dan mampu menciptakan peluang,” tegas Demer.
Mendorong Produk Unggulan Bali Tembus Pasar Internasional
Seminar nasional yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan RI di Universitas Warmadewa ini menjadi wadah strategis untuk mengenalkan potensi ekspor serta mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam mengemas produk unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar ekspor internasional.
Hadir dalam agenda tersebut Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementerian Perdagangan RI, Deden Muhammad FS.
Selain itu, diskusi interaktif ini juga menghadirkan perspektif dari berbagai sektor penggerak ekonomi, seperti Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Bali Agung Bayu Joni Saputra, serta akademisi Unwar Dr. Made Setini, S.Kom., M.M.
Melalui sinergi antara pemerintah, parlemen, dunia usaha, dan akademisi, kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi mahasiswa Bali untuk menangkap peluang perdagangan ekspor global berbasis teknologi digital. (***)
Jurnalis: Egi
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar