Teknologi
Beranda ยป Berita ยป Satria-1 Percepat Bakti Komdigi Bangun Internet di 31.000 Lokasi, Mayoritas Sekolah

Satria-1 Percepat Bakti Komdigi Bangun Internet di 31.000 Lokasi, Mayoritas Sekolah

Direktur Utama Bakti Komdigi, Fadhilah Mathar. (Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA โ€“ Kehadiran Satelit Multifungsi Satria-1.mempercepat langkah Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Komdigi dalam memperluas akses internet di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga kini infrastruktur konektivitas telah dibangun di lebih dari 31.000 lokasi, dengan mayoritas berada di sektor pendidikan.

Dirut Bakti Komdigi Fadhilah Mathar mengatakan sekitar 68% dari total lokasi pembangunan akses internet berada di sektor pendidikan. Sementara sektor kesehatan menyumbang 5,89% dari keseluruhan lokasi.

Selain pendidikan dan kesehatan, sekitar 19,9% lokasi mencakup kantor pemerintahan, pasar tradisional, tempat ibadah, pos pertahanan dan keamanan, lokasi usaha & pelayanan usaha, dan fasilitas transportasi publik.

Untuk jaringan 4G, Bakti mengandalkan kolaborasi dengan operator telekomunikasi. Telkomsel menjadi penyedia mayoritas.

NTT DATA Luncurkan AI for Insurance: Ubah Alur Kerja Asuransi Jadi Layanan Berbasis AI

โ€œMemang banyak permintaan dari masyarakat kepada Telkomsel. Ada sekitar 6.747 lokasi atau desa yang menggunakan layanan tersebut. Selanjutnya, ada 131 lokasi Palapa Ring, tetapi pemain layanan yang aktif sekitar 57,โ€ ujar Fadhilah di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Bakti juga memanfaatkan Satria-1 untuk menjangkau wilayah yang sulit dilayani jaringan terestrial.

โ€œSatu hal terakhir yang dapat membuat kami lebih cepat dalam menggelar konektivitas digital adalah kehadiran Satria-1. Kehadiran Satria-1 ini membuat kita bisa menggabungkan solusi terestrial dengan solusi nonterestrial, terutama ketika wilayah-wilayah tersebut masih sangat sulit dijangkau,โ€ katanya.

Fadhilah menegaskan pembangunan tidak berhenti di infrastruktur. Bakti juga memastikan layanan mendorong adopsi masyarakat, kualitas layanan, skalabilitas UMKM, serta keberlanjutan industri telekomunikasi.

Kebutuhan bandwidth juga meningkat seiring masyarakat makin banyak memakai aplikasi dan layanan digital.

Tolak Hibrida, Koalisi Minta Produsen Wajib Fokus ke BEV dan Ekosistem Pengisian Daya

Strategi Exit: Serahkan ke Operator Jika Sudah Mandiri

Bakti saat ini menjalankan exit strategy bagi wilayah yang sudah matang. Infrastruktur berpotensi komersial akan ditawarkan ke vendor, operator, atau mitra agar intervensi pemerintah berkurang.

โ€œKeberhasilan pemerintah dalam Universal Service Obligation bukan diukur dari seberapa lama kami berada di sana, tetapi seberapa cepat kami bisa melakukan exit dari lokasi tersebut. Artinya, masyarakat sudah bisa mandiri,โ€ jelasnya.

Namun sejumlah daerah masih butuh intervensi karena belum menarik secara komersial. Di wilayah ini pemerintah tetap hadir lewat skema insentif dan kebijakan lain. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Indonesia Bangun AI Factory Terbesar di ASEAN, Kapasitas 1 GW di Batang Jateng

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom