RUZKA INDONESIA — Rest Area KM 164 Tol Cipali membuktikan bahwa sampah tak selalu berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Lewat inovasi pengelolaan sampah terpadu, limbah organik dari tenant dan pengunjung diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, mulai dari maggot kering, pupuk organik, kompos, eco enzyme hingga sabun cair.
Manager Rest Area KM 164 Tol Cipali, Taufik Nurohman, mengatakan inovasi tersebut lahir dari arahan Kementerian Lingkungan Hidup agar pengelola kawasan mampu mengurangi sampah yang dibuang ke TPA.
“Awalnya kami diarahkan untuk mengelola sampah agar lingkungan tetap bersih dan nyaman. Dari situ muncul gagasan bagaimana sampah tidak hanya dikumpulkan dan dibuang, tetapi juga bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Taufik, Kamis (30/7/2026).
Sampah meningkat saat akhir pekan
Setiap hari, Rest Area KM 164 mengelola rata-rata tiga rit sampah organik. Dalam satu rit, volume sampah mencapai sekitar satu kuintal. Jumlah tersebut meningkat saat akhir pekan karena tingginya aktivitas pengunjung.
Sampah yang terkumpul berasal dari para pelaku usaha yang beroperasi di kawasan rest area, ditambah sisa makanan dan limbah organik dari para pengguna jalan tol yang singgah.
Untuk menjaga kebersihan, petugas cleaning service bekerja secara bergantian selama hampir 24 jam. Sementara proses pemilahan sampah dilakukan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB sebelum masuk ke tahap pengolahan.
Maggot jadi produk unggulan
Salah satu hasil pengolahan sampah organik adalah budidaya lalat Black Soldier Fly (BSF). Telur BSF membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk menjadi larva atau maggot, kemudian berkembang menjadi lalat dewasa dalam waktu sekitar satu minggu. Siklus hidupnya berlangsung sekitar tiga minggu sebelum kembali beregenerasi.
Menurut Taufik, budidaya maggot yang dijalankan saat ini telah memasuki panen ketiga. Dalam sekali panen, hasilnya mencapai sekitar 20 hingga 30 kilogram.
Maggot kering tersebut dipasarkan kepada peternak unggas dan pembudidaya ikan lele sebagai pakan alternatif yang kaya protein.
Target menjadi kawasan zero waste
Selain maggot, sampah organik juga diolah menjadi pupuk organik, kompos, eco enzyme, hingga sabun cair yang berasal dari fermentasi limbah buah-buahan.
Taufik berharap inovasi tersebut dapat menjadi contoh bahwa sampah masih memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan baik.
Ke depan, Rest Area KM 164 Tol Cipali menargetkan menjadi kawasan zero waste, sehingga sebanyak mungkin sampah dapat dimanfaatkan kembali dan tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar