Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป PSEL Bekasi Diresmikan, PLN Komitmen Salurkan Listrik Hasil Sampah untuk Warga Kota Bekasi

PSEL Bekasi Diresmikan, PLN Komitmen Salurkan Listrik Hasil Sampah untuk Warga Kota Bekasi

Disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (keempat dari kiri), Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono (kedua dari kiri), Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi KESDM, Eniya Listiani Dewi (ketiga dari kiri), Gubernur Jawa barat, Dedi Mulyadi (kelima dari kanan), Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono (paling kiri), Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, (keempat dari kanan), CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), Fadli Rahman (ketiga dari kanan), Chairman of BOD of Mizuda Group, Shan Jianming (kedua dari kanan), dan Chairman of Wangneng, Shan Chao (paling kanan), penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik dilakukan oleh Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo (kelima dari kiri) bersama Chairman of Wangneng Bekasi Environment, Lyu Zhigang (keenam dari kanan) dalam agenda peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi di Bantargebang, pada Rabu (26/8/2026). (Foto: PLN/Ruzka Indonesia)

RUZKA INDONESIA โ€“ PT PLN (Persero) terus mendukung inisiatif Pemerintah dalam menghadirkan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai wilayah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Sponsors Agreement dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) pada agenda Peresmian Pembangunan PSEL Kota Bekasi, Rabu 26 Agustus 2026.

Dalam agenda tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan selama ini pengembangan PSEL menghadapi hambatan regulasi dan perizinan sehingga proyek waste to energy berjalan lambat.

โ€œKalau sampah saja kita tidak bisa urus, bagaimana kita mengurus yang lebih besar. Itu perintah Pak Presiden. Aturan mengenai pengelolaan sampah ini, waste to energy, ratusan lebih aturannya. Oleh karena itu, 11 tahun hanya ada dua proyek. Nah ini kita rapihkan. Dari sini tinggal tiga aturan,โ€ ujar Zulkifli.

Menurutnya, percepatan penanganan sampah membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah mengawal program dan menyelesaikan hambatan, sementara pembangunan dan proses bisnis dijalankan sesuai perannya masing-masing.

PSEL Bekasi Tangani 70% Sampah Kota

Cegah Alih Fungsi Lahan, Pakar Dorong Partisipasi Petani dalam Pemutakhiran Data Pertanian

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut pembangunan PSEL Kota Bekasi menjadi langkah penting mempercepat penanganan sampah. Ia juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir merinci, PSEL Kota Bekasi diproyeksikan mampu menangani lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau sekitar 70 persen timbulan sampah terolah di Kota Bekasi.

Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun ini juga diproyeksikan mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 90 persen, enciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau, dan engurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton.

“Peresmian Pembangunan PSEL menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di kota Bekasi. PSEL Kota Bekasi juga diharapkan dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Pandu.

PLN Serap 223.584 MWh untuk 55 Ribu Rumah Tangga

Hub UMK Jakarta Raya Gandeng Indonesia Coffee Academy Asah Skill UMKM Binaan

Dari sisi energi, PSEL Kota Bekasi memiliki kapasitas netto 27,4 MW. Fasilitas ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 223.584 megawatt hour (MWh) listrik per tahun.

Dengan asumsi konsumsi rata-rata pelanggan rumah tangga 450 VA, jumlah tersebut setara dengan kebutuhan listrik sekitar 55 ribu rumah tangga.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan listrik yang dihasilkan PSEL Kota Bekasi akan disalurkan kembali untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah tersebut.

โ€œDemand listrik di Bekasi cukup tinggi. Maka, kita mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi ini untuk masyarakat Bekasi. Jadi, sampah Kota Bekasi masuk ke sini, kemudian listrik yang dihasilkan kita pasok kembali ke Kota Bekasi,โ€ ujar Darmawan.

Darmawan menegaskan tujuan utama PSEL adalah lingkungan yang bersih. Listrik merupakan produk sampingan dari proses tersebut.

Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

โ€œJadi, produk utamanya bukan listrik, tapi produk utamanya adalah lingkungan yang bersih. Listrik hanyalah by-product dari program ini,โ€ tutup Darmawan. ***


Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom