Nasional
Beranda ยป Berita ยป Pemilihan Putra Putri Budaya Indonesia, Ketika Budaya Bertemu dengan Kreativitas Anak Muda

Pemilihan Putra Putri Budaya Indonesia, Ketika Budaya Bertemu dengan Kreativitas Anak Muda

Menurut Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris di sela Grand Final Pemilihan Putra Putri Budaya Indonesia 2026, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penerima warisan budaya, tetapi harus tampil sebagai pelaku, pencipta, pengembang, sekaligus penghubung yang membawa kekayaan budaya Indonesia menuju masa depan. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Menurut Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris di sela Grand Final Pemilihan Putra Putri Budaya Indonesia 2026, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penerima warisan budaya, tetapi harus tampil sebagai pelaku, pencipta, pengembang, sekaligus penghubung yang membawa kekayaan budaya Indonesia menuju masa depan. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA โ€“ ANGGOTA DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menegaskan bahwa pelestarian budaya Indonesia harus berjalan seiring dengan kreativitas, inovasi, dan perkembangan teknologi. Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penerima warisan budaya, tetapi harus tampil sebagai pelaku, pencipta, pengembang, sekaligus penghubung yang membawa kekayaan budaya Indonesia menuju masa depan.

Hal tersebut disampaikan Fahira Idris yang juga aktivis perempuan ini sekaligus menjadi salah satu dewan juri saat memberi sambutan Grand Final Pemilihan Putra Putri Budaya Indonesia 2026 yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Mega Anggrek, Jakarta Barat, Sabtu (17/10/2026) malam. Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, ajang ini mempertemukan 48 finalis dari berbagai provinsi untuk memperkenalkan kekayaan dan keberagaman budaya Nusantara.

โ€œBudaya harus bertemu dengan kreativitas anak muda. Budaya juga harus bertemu dengan teknologi dan industri kreatif agar terus hidup, berkembang, relevan dengan zaman, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Di sinilah generasi muda mempunyai peran yang sangat penting,โ€ ujar Fahira Idris.

Menurut Senator Jakarta ini, Indonesia memiliki kekuatan luar biasa berupa keberagaman kebudayaan yang hidup dan tersebar di seluruh Nusantara. Kekayaan tersebut hadir dalam bahasa daerah, seni pertunjukan, musik, tari, kain tradisional, kuliner, arsitektur, kerajinan, hingga berbagai nilai luhur yang diwariskan antargenerasi.

Fahira menilai kekayaan budaya tersebut tidak hanya menjadi identitas bangsa, tetapi juga memiliki kekuatan sosial, ekonomi, dan diplomasi. Karena itu, pelestarian budaya harus memberi ruang bagi seniman, perajin, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat daerah untuk terus berkarya sekaligus memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik.

Pemcam Sukamakmur Bogor Lakukan Terobosan Melalui Program JEDAS, Tingkatkan Aktivasi IKD

โ€œKebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu. Budaya adalah identitas, kekuatan sosial, dan sumber kreativitas bangsa. Tantangan kita bukan hanya mencegah budaya hilang, tetapi memastikan budaya terus hidup dan menjadi bagian dari kehidupan generasi berikutnya,โ€ katanya.

Fahira Idris mengungkapkan bahwa arah tersebut sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menempatkan pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan sebagai satu kesatuan dalam memajukan kebudayaan nasional.

Menurutnya, salah satu langkah penting adalah mempertemukan pengetahuan budaya yang diwariskan para maestro dan pelaku tradisi dengan kemampuan kreatif generasi muda. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui film pendek, dokumentasi digital, desain, musik, konten edukasi, pertunjukan kreatif, maupun pengembangan produk budaya yang tetap menghormati nilai dan identitas asalnya.

โ€œKetika anak muda memahami akar budayanya kemudian mampu menceritakannya dengan bahasa kreatif dan teknologi yang sesuai zamannya, budaya Indonesia bukan hanya akan lestari, tetapi juga semakin dikenal dan dihargai dunia,โ€ ujar Fahira Idris.

Fahira Idris juga menyoroti posisi Jakarta sebagai tempat bertemunya berbagai suku, tradisi, bahasa, dan budaya dari seluruh Indonesia. Menurutnya, transformasi Jakarta menuju kota global justru perlu memperkuat identitas kebudayaan, termasuk budaya Betawi dan berbagai tradisi Nusantara yang tumbuh bersama masyarakat Jakarta.

Kapolres Depok Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Jalan Nusantara Raya

Dalam kesempatan tersebut, Fahira Idris mengapresiasi Founder Putra Putri Budaya Indonesia, Dr. Reko Serasi, beserta seluruh panitia yang konsisten menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk saling mengenal, bertukar gagasan, dan memperkenalkan budaya daerah masing-masing.

Grand Final tersebut juga dihadiri Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Anindita Kusuma Listya, Puteri Indonesia Kebudayaan 2025 Syafira Mardhiyah, Ketua KOMTAP KADIN Indonesia Bidang Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Ivan Chen, serta para tokoh dan pegiat kebudayaan lainnya.

Menurut Fahira Idris, ajang seperti Putra Putri Budaya Indonesia penting karena membuka ruang regenerasi pelaku kebudayaan. Namun, nilai terbesarnya tidak berhenti pada penampilan, kompetisi, maupun terpilihnya pemenang.

Fahira Idris mendorong para finalis untuk membangun kegiatan budaya yang berkelanjutan, seperti memperkenalkan sejarah dan filosofi tradisi daerah melalui media sosial, berkolaborasi dengan sanggar serta komunitas seni, mendukung produk perajin dan UMKM budaya, hingga mengembangkan kegiatan edukasi bagi anak-anak dan remaja.

Dalam rangkaian Grand Final tersebut, Fahira Idris turut menyerahkan piagam penghargaan DPD RI kepada penyelenggara Putra Putri Budaya Indonesia dan Dr. Reko Serasi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam membuka ruang partisipasi generasi muda untuk memajukan kebudayaan nasional.

Ada Klaim Kontradiksi, Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Pengaruhi Penilaian Masyarakat

Fahira Idris berharap ajang Putra Putri Budaya Indonesia terus berkembang menjadi jejaring anak muda lintas daerah yang aktif menjaga warisan, melahirkan inovasi, serta memperluas kesempatan ekonomi bagi pelaku budaya di daerah.

โ€œBudaya Indonesia terlalu besar untuk hanya dikagumi. Budaya harus dijaga, dikembangkan, dan terus dibawa ke masa depan. Saya berharap seluruh finalis, siapa pun yang terpilih, tetap menjadi anak muda yang bangga pada akar budayanya, berani berkarya, dan mampu membawa budaya Indonesia semakin mendunia,โ€ pungkas Fahira Idris. (***/Jie)

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom