Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Kredit Perbankan Capai Rp8.918 Triliun per Mei 2026, Tumbuh 11,51%

Kredit Perbankan Capai Rp8.918 Triliun per Mei 2026, Tumbuh 11,51%

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae. Foto: Dok Ruzka Indonesia

RUZKA INDONESIA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja intermediasi perbankan terus meningkat dengan profil risiko yang terjaga. Per Mei 2026, total kredit perbankan tumbuh 11,51% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp8.918 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan data tersebut usai Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 21,95% yoy. Disusul kredit modal kerja yang tumbuh 8,09% yoy, dan kredit konsumsi sebesar 5,89% yoy.

Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh paling tinggi yaitu 18,39% yoy. Kredit UMKM juga melanjutkan tren peningkatan dengan tumbuh 0,60% yoy pada Mei 2026. Angka ini naik dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 0,16% yoy. Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi sebesar 15,98% yoy.

Porsi produk kredit buy now pay later (BNPL) perbankan tercatat sebesar 0,34%. Per Mei 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK tumbuh 37,72% yoy menjadi Rp30,1 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 31,76 juta.

700 Peserta Beradu Inovasi AI, SKK Migas Bidik Solusi Digital untuk Dukung Target Produksi

Di sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,49% yoy menjadi Rp10.294 triliun. Rinciannya, giro tumbuh 20,53% yoy, deposito 10,17% yoy, dan tabungan 10,21% yoy.

Likuiditas industri perbankan pada Mei 2026 tetap memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) sebesar 108,20% dan alat likuid/DPK (AL/DPK) 24,74%, masih jauh di atas threshold masing-masing 50% dan 10%. Sementara liquidity coverage ratio (LCR) berada di level 186,54%.

Kualitas Kredit dan Permodalan Terjaga

Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,17% dan NPL net 0,84%. Loan at risk (LaR) tercatat 8,72%.Tingkat profitabilitas bank yang diukur dari ROA sebesar 2,45%. Ketahanan permodalan juga kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) tercatat 23,74%, mencerminkan buffer mitigasi risiko yang memadai.*** Editor: Yoyok Bepe, Email: yoyokbp@gmail.com

Rittal Resmikan ModCenter Pertama di Indonesia, Percepat Proses Engineering hingga 20 Kali Lipat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom