RUZKA INDONESIA โ Presiden Prabowo Subianto menegaskan terbuka terhadap kritik yang ditujukan kepadanya. Presiden akan menelaah dengan teliti setiap kritik kemudian menimbang berdasarkan fakta yang dirasakan masyarakat.
“Pernyataan senada sebenarnya sudah berulang dinyatakan Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan. Hal itu menunjukkan adanya konsistensi pernyataan Prabowo terkait keterbukaannya terhadap kritik. Hal itu juga sebagai respons terhadap dirinya yang dinilai antikritik,” ungkap Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga kepada RUZKA INDONESIA, Jumat (12/06/2026) malam.
Pengulangan pernyataan itu menurut Jamil tentu melegakan. Sebab, pernyataan Prabowo itu sekaligus menepis kekhawatiran Indonesia akan kembali ke negara otoriter.
“Pernyataan Prabowo itu juga menggaransi Indonesia akan tetap dalam koridor negara demokrasi. Komitmen tersebut kiranya sejalan dengan amanat konstitusi dan reformasi. Karena itu, seharusnya tidak ada lagi kekhawatiran bagi siapa pun untuk mengkritik pemerintah, termasuk Prabowo sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara,” jelas Jamil.
Hal itu seyogyanya dipahami oleh semua anak bangsa, termasuk ring satu Presiden Prabowo dan loyalisnya. Dengan begitu, lanjut Jamil, nantinya tidak ada lagi yang was-was paska menyampaikan kritik.
“Setidaknya tidak ada lagi telepon yang akan mengirim paket paska pengamat melayangkan kritik terhadap penguasa. Termasuk tentunya teror lain melalui telepon atau merasa dikuntit oleh orang yang tidak dikenal,” tandas mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini.
Jamil melihat, kalau hal itu masih terjadi, tentu yang dirugikan adalah nama presiden. Padahal presiden sangat terbuka terhadap kritik dan berupaya menjadi sosok demokrat.
“Karena itu, semua pihak perlu menjaga marwah presiden sebagai sosok yang menjaga dan menjamin demokrasi tetap langgeng di negara tercinta. Siapa yang menodainya, berarti ia menjadi sosok yang berkhianat kepada Presiden Prabowo,” tandas Jamil. (***/Jie)
Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com






Komentar