Nasional
Beranda ยป Berita ยป Jamiluddin Ritonga: Mari Dukung Komitmen Prabowo Terbuka Terhadap Kritik

Jamiluddin Ritonga: Mari Dukung Komitmen Prabowo Terbuka Terhadap Kritik

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga mengemukakan, seharusnya tidak ada lagi kekhawatiran bagi siapa pun untuk mengkritik pemerintah, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga mengemukakan, seharusnya tidak ada lagi kekhawatiran bagi siapa pun untuk mengkritik pemerintah, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA โ€“ Presiden Prabowo Subianto menegaskan terbuka terhadap kritik yang ditujukan kepadanya. Presiden akan menelaah dengan teliti setiap kritik kemudian menimbang berdasarkan fakta yang dirasakan masyarakat.

“Pernyataan senada sebenarnya sudah berulang dinyatakan Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan. Hal itu menunjukkan adanya konsistensi pernyataan Prabowo terkait keterbukaannya terhadap kritik. Hal itu juga sebagai respons terhadap dirinya yang dinilai antikritik,” ungkap Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga kepada RUZKA INDONESIA, Jumat (12/06/2026) malam.

Pengulangan pernyataan itu menurut Jamil tentu melegakan. Sebab, pernyataan Prabowo itu sekaligus menepis kekhawatiran Indonesia akan kembali ke negara otoriter.

“Pernyataan Prabowo itu juga menggaransi Indonesia akan tetap dalam koridor negara demokrasi. Komitmen tersebut kiranya sejalan dengan amanat konstitusi dan reformasi. Karena itu, seharusnya tidak ada lagi kekhawatiran bagi siapa pun untuk mengkritik pemerintah, termasuk Prabowo sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara,” jelas Jamil.

Hal itu seyogyanya dipahami oleh semua anak bangsa, termasuk ring satu Presiden Prabowo dan loyalisnya. Dengan begitu, lanjut Jamil, nantinya tidak ada lagi yang was-was paska menyampaikan kritik.

Siagakan 30 Personel dan UPS 800 kVA, PLN Amankan Listrik Pembukaan Jakarta Fair 2026

“Setidaknya tidak ada lagi telepon yang akan mengirim paket paska pengamat melayangkan kritik terhadap penguasa. Termasuk tentunya teror lain melalui telepon atau merasa dikuntit oleh orang yang tidak dikenal,” tandas mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini.

Jamil melihat, kalau hal itu masih terjadi, tentu yang dirugikan adalah nama presiden. Padahal presiden sangat terbuka terhadap kritik dan berupaya menjadi sosok demokrat.

“Karena itu, semua pihak perlu menjaga marwah presiden sebagai sosok yang menjaga dan menjamin demokrasi tetap langgeng di negara tercinta. Siapa yang menodainya, berarti ia menjadi sosok yang berkhianat kepada Presiden Prabowo,” tandas Jamil. (***/Jie)

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Sambut Hari Bhayangkara ke-80,Polres Garut Gelar Bakti Kebersihan di Situ Bagendit

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

07

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

Sorotan






Kolom