Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, memperingatkan bahwa negaranya berada dalam kondisi sangat rawan kebakaran.
RUZKA INDONESIA–Pemerintah Inggris akan menerapkan pembatasan penggunaan air yang lebih ketat di tengah memburuknya kondisi kekeringan, terutama bagi sejumlah usaha seperti jasa pencucian mobil, pembersihan jendela, hingga kolam renang pribadi.
Berdasarkan data pemerintah hingga Senin (17/8/2026), sebanyak 71 persen wilayah Inggris mengalami kekeringan.
Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, memperingatkan bahwa negaranya berada dalam kondisi sangat rawan kebakaran. Hal itu dikatakan Andy saat mengunjungi Stourbridge di West Midlands, tempat petugas pemadam kebakaran sedang berjuang memadamkan kebakaran hutan.
Menurut laporan The Times, Minggu (16/8/2026), perencana di pemerintahan telah menyampaikan kepada para menteri bahwa pembatasan dapat diperluas seiring semakin umumnya penerapan larangan penggunaan air untuk keperluan non-esensial (NEUB).
Pembatasan tersebut harus diajukan oleh perusahaan air dan mendapat persetujuan menteri. Kebijakan itu juga dapat mencakup bagi lapangan olahraga dengan sejumlah fasilitas di antaranya mungkin mendapatkan pengecualian dari pemerintah.
Hingga pekan lalu, sekitar 26 juta orang telah dikenai aturan pembatasan penggunaan selang air, yang berarti melarang mereka menggunakan selang untuk menyiram tanaman atau taman di rumah maupun di area nonkomersial.
“Sebagaimana layaknya pemerintah yang bertanggung jawab, kami mempersiapkan berbagai skenario dan bekerja sama dengan Kelompok Penanganan Kekeringan Nasional untuk membantu menjaga pasokan air,” kata juru bicara pemerintah kepada The Times.
Dia mengatakan pemerintah berharap perusahaan air dapat menjalankan rencana penanganan kekeringan yang telah ditetapkan, serta melakukan langkah lebih jauh dan lebih cepat untuk mengurangi kebocoran.
Menurut laporan tersebut, sejauh ini baru satu permohonan NEUB yang diajukan, yaitu oleh Southern Water, perusahaan yang melayani wilayah East Sussex, West Sussex, Kent, Hampshire, dan Isle of Wight.(*/Anadolu)
Editor: Amiruddin











