RUZKA INDONESIA — Festival Masjid Pantai Bali kembali membuktikan bahwa masjid dapat menjadi ruang yang menghadirkan kedamaian, kegembiraan, dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Mengusung semangat “Persaudaraan dalam Perbedaan (Menyame Braye)”, festival ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai agama, budaya, dan kebangsaan dapat berjalan berdampingan secara harmonis.
Dalam sambutannya, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyampaikan kesan yang sangat bermakna.
Ia mengatakan bahwa biasanya beliau menghadiri kegiatan di masjid yang bersifat formal keagamaan.
Namun, di Festival Masjid Pantai Bali, beliau melihat suasana yang berbeda: wajah-wajah ceria para pengunjung, geliat para pelaku UMKM, anak-anak yang bergembira, serta berbagai kegiatan kreatif seperti lomba perahu layar yang melibatkan masyarakat.
Kegiatan yang diselenggarakan di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, pada 25-26 Juli 2026.
Bupati Jembrana menyampaikan tentang makna “Menyame Braye” sebuah falsafah luhur masyarakat Bali yang mengajarkan untuk saling menghormati, saling membantu, dan memandang sesama sebagai saudara meskipun berbeda suku, agama, budaya, maupun latar belakang.
Konsulat Jenderal RI untuk Saudi Arabia (2001-2003) dan Duta Besar RI untuk Qatar (2003-2007) Abdul Wahid Maktub dalam Do’a Pembuka kegiatan Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2026 ini juga menyampaikan bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal (lita’arafu), bukan saling merendahkan atau memusuhi. Karena itu, keberagaman adalah anugerah yang harus dirawat dengan saling menghormati, bekerja sama, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Ketua Panitia Nasional, Fadian M Paham menyampaikan bahwa, “Masjid Pantai Bali tidak hanya dimakmurkan oleh masyarakat namun telah memakmurkan masyarakat multikuktural, sebagaimana kegiatan Festival yang dikomandoi oleh generasi muda Cupel, Arief Dharmawan ini.”
Sementara itu, Firmansyah Dimmy, Ketua Yayasan Masjid Pantai Nusantara berharap Festival Masjid Pantai Bali terus menjadi ruang yang memperkuat persaudaraan, memberdayakan masyarakat, menggerakkan ekonomi umat, melestarikan budaya lokal, serta menjadi inspirasi bahwa masjid dapat menjadi rumah bersama bagi terciptanya harmoni sosial.
“Harmoni yang mengiringi keindahan wisata religi Masjid Pantai Bali ini menjadi daya tarik wisatawan mancanegara yang mulai mengunjungi Masjid Pantai Bali dan diharapkan bisa semakin meningkat dengan hadirnya Duta Besar Qatar tersebut,” jelasnya.
Dari Jembrana, Bali, semangat Menyame Braye dan Bhinneka Tunggal Ika dihidupkan kembali melalui tindakan nyata yang menggembirakan dan memberikan keberkahan bagi masyarakat. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar