RUZKA INDONESIA — Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok menggelar Program Jualan UMKM Sama-Sama (JUSS).
Kali ini JUSS kembali hadir di Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Sabtu (05/09/2026).
Adapun, giat tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk, memperluas jangkauan konsumen, sekaligus mendapatkan pengalaman dalam mengembangkan usaha.
Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Nelson Da Silva Gomes, mengatakan upaya mendorong UMKM naik kelas tidak cukup hanya mengandalkan bantuan permodalan. Menurutnya, hal utama yang perlu dimiliki pelaku usaha adalah mental dan pola pikir untuk terus berkembang.
โSelama ini kita selalu berhitung syaratnya harus modal. Ternyata salah, modal itu urutan, dalam manajemen modern itu sekitar urutan ketujuh. Yang pertama itu adalah mental,โ jelas Nelson dalam keterangan yang diterima, Selasa (08/09/2026).
Persoalan Permodalan
Menurut Nelson, persoalan permodalan memang kerap menjadi salah satu keluhan utama pelaku UMKM.
Namun, modal bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Pelaku UMKM juga perlu memiliki keberanian, kemauan untuk berkembang, serta kemampuan melihat peluang pasar.
DKUM Kota Depok, akan. terus memberikan ruang bimbingan bagi pelaku usaha untuk menghadapi berbagai persoalan dalam menjalankan usaha. Dukungan diberikan melalui pelatihan, pendampingan hingga membantu membuka akses pembiayaan.
Berbagai dukungan tersebut perlu diimbangi dengan mental kewirausahaan agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan setiap peluang yang tersedia untuk mengembangkan usahanya.
โKarena itu keberadaan JUSS dinilai penting sebagai salah satu upaya pemerintah menciptakan ruang pemasaran langsung bagi pelaku UMKM. Tugas pemerintah hari ini adalah menyelenggarakan event-event yang bisa men-support, menghadirkan orang banyak, sehingga teman-teman UMKM punya medium untuk mereka berjualan,โ ungkap Nelson.
Melatih Berinteraksi
Ia menilai kegiatan seperti JUSS tidak hanya memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk mendapatkan omzet, tetapi juga melatih mereka berinteraksi langsung dengan konsumen, membaca kebutuhan pasar, memperkenalkan produk, serta membangun jejaring usaha.
Nelson juga mendorong aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk terus memberikan ruang bagi UMKM agar dapat berkembang. Kolaborasi dengan sektor perbankan juga dinilai penting untuk memperluas akses pembiayaan maupun dukungan bagi pelaku usaha.
โBank seperti Mandiri dan BNI itu welcome sekali. Kecamatan bisa mengundang mereka untuk ikut berperan dalam kegiatan UMKM,โ terangnya.
Melalui JUSS, pemerintah membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk sekaligus mengasah kemampuan dalam membaca pasar dan membangun jejaring.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah bersama untuk menciptakan UMKM yang semakin mandiri dan naik kelas. (***)
Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar