RUZKA INDONESIA — Kehadiran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 339/Jaya Perkasa di Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tak hanya diarahkan untuk memperkuat pertahanan.
Satuan yang kini diperkuat 446 prajurit itu juga dituntut memberikan dampak langsung bagi masyarakat di wilayah sekitarnya.
Hal tersebut disampaikan Danyonif TP 339/Jaya Perkasa Mayor Inf Ahmad Siregar setelah satuannya dikunjungi Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan jajaran pejabat TNI serta Kementerian Pertahanan, Jumat (25/9/2026).
Menurut Ahmad, pesan Menhan sangat jelas. Keberadaan Yonif TP 339 di Ujungjaya harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
โHarapan Bapak Menhan, keberadaan kami di Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang ini harus memberikan dampak positif ke wilayah sekitar kami dengan berkolaborasi dengan Pemda dan membantu kesulitan-kesulitan masyarakat yang ada di sini,โ kata Ahmad kepada wartawan.
Ia mengatakan, bentuk pengabdian kepada masyarakat tersebut telah diarahkan pada kebutuhan konkret di lapangan.
Salah satunya membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih. Selain itu, prajurit juga melakukan patroli rutin pada malam hari untuk mendukung keamanan lingkungan.
โKami memberikan bantuan air bersih, kemudian meningkatkan keamanan dengan patroli rutin setiap malam,โ ujarnya.
Pertama Kali Dikunjungi Menhan
Kunjungan Menhan Sjafrie ke Yonif TP 339/Jaya Perkasa menjadi momen tersendiri bagi satuan tersebut.
Ahmad mengatakan, kunjungan itu merupakan kali pertama Menhan datang langsung ke satuannya. Kehadiran pejabat pertahanan tersebut dinilai menjadi kehormatan sekaligus suntikan motivasi bagi seluruh prajurit.
โIya, betul. Ini adalah kunjungan Menhan yang pertama di satuan kami. Jadi kami sangat bangga,merupakan suatu kehormatan Bapak Menhan dapat berkunjung di satuan kami,โ kata Ahmad.
Menurutnya, pengarahan langsung dari Menhan menjadi dorongan bagi para prajurit untuk terus meningkatkan profesionalisme dan dedikasi dalam menjalankan tugas.
โIni adalah sekaligus memberikan motivasi bagi seluruh prajurit untuk meningkatkan profesionalisme dan dedikasi dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,โ lanjutnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menhan Sjafrie bersama Wakil Panglima TNI juga menerima paparan mengenai kesiapan pangkalan dan operasional Yonif TP 339/Jaya Perkasa.
Rombongan kemudian meninjau area pangkalan sebelum memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit.
Tak Hanya Bertugas sebagai Satuan Tempur
Dalam arahannya, Menhan Sjafrie menekankan bahwa Yonif TP memiliki dua fungsi yang harus dijalankan secara seimbang.
Sebagai satuan tempur, prajurit wajib menguasai kemampuan dasar seperti menembak, bela diri dan patroli taktis.
โKemampuan yang diperlukan untuk Batalyon Infanteri adalah menembak, bela diri, dan patroli. Ini harus dilatih agar mampu menjadi prajurit Batalyon Infanteri,โ tegas Sjafrie.
Namun, di sisi lain, prajurit Yonif TP juga dipersiapkan memiliki kemampuan yang berkaitan dengan pembangunan dan kebutuhan masyarakat.
โDi samping itu, sebagai Batalyon Teritorial Pembangunan, prajurit disiapkan di kompi-kompi pertanian, konstruksi, kesehatan, dan peternakan untuk bisa mengabdi kepada rakyat dalam pembangunan,โ tambahnya.
Pesan tersebut sejalan dengan harapan agar keberadaan Yonif TP 339 tidak menjadi satuan yang berdiri sendiri di tengah masyarakat, melainkan mampu berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan warga.
446 Prajurit Harus Selalu Siap
Selain mendorong prajurit agar dekat dengan masyarakat, Ahmad mengatakan Menhan juga memberikan penekanan terhadap kesiapsiagaan personel.
Saat ini, Yonif TP 339/Jaya Perkasa memiliki sebanyak 446 prajurit.
Jumlah tersebut harus senantiasa berada dalam kondisi siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan negara.
โTadi pesan Bapak Menhan untuk kita, prajurit harus selalu meningkatkan kesiapsiagaan karena kita harus siap digerakkan kapan saja apabila dibutuhkan oleh negara,โ ujar Ahmad.
Menhan Sjafrie sebelumnya juga mengingatkan prajurit agar mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, namun tetap menjalankan tugas sesuai aturan sebagai prajurit TNI.
โRakyat menginginkan kamu memberikan rasa aman dan memberikan rasa sejahtera kepada mereka. Kamu harus menyatu dengan rakyat, tetapi kamu tidak boleh melanggar peraturanmu sebagai prajurit TNI,โ kata Sjafrie.
Dalam menjalankan tugas keamanan di tengah masyarakat, Menhan juga menegaskan agar prajurit tidak mengambil kewenangan penegakan dan penertiban minuman keras (miras), karena hal tersebut merupakan ranah Polri dan Satpol PP.
Prajurit diarahkan untuk lebih mendukung kegiatan keamanan lingkungan atau Siskamling bersama masyarakat.
Bagi Yonif TP 339/Jaya Perkasa, arahan tersebut menjadi bagian dari tugas satuan untuk menjaga kesiapan sebagai prajurit sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat di wilayah Ujungjaya.
Dengan 446 prajurit yang dimiliki, Ahmad menegaskan satuannya siap menjalankan tugas kapan pun dibutuhkan negara, sekaligus berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar pangkalan. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar