RUZKA INDONESIA — Kekayaan budaya Indonesia kembali mencuri perhatian dunia. Kelompok musik etnik modern, Ki Ageng Ganjur, sukses menghipnotis ribuan pasang mata dalam ajang bergengsi International Folklore Festival Boysun Bakhori di Sukhandariya, Uzbekistan, pada Sabtu (02/05/2026).
Tampil pada urutan ke-8 setelah pembukaan resmi oleh Gubernur Sukhandariya, Ulugbek Berdikobilovich Kasimov, Ki Ageng Ganjur membawakan lagu Jawa legendaris, “Caping Gunung”.
Pemilihan lagu ini bukan tanpa alasan; selain nilai historisnya yang kuat, nuansa lagu ini dinilai sangat serasi dengan lokasi festival yang berada di wilayah pegunungan yang eksotis.
Harmoni Mistis dan Dinamis
Penampilan dibuka dengan bowo (tembang pembuka) yang syahdu oleh vokalis Chris Verani. Suasana seketika menjadi hening dan mistis saat instrumen gamelan mulai mengalunkan versi langgam yang lembut.
Kehadiran gamelan di atas panggung menjadi daya tarik utama bagi penonton dan peserta negara lain karena dianggap sebagai instrumen yang unik di tengah dominasi alat musik perkusi, petik, dan tiup lainnya.
Ketegangan artistik memuncak saat ritme berubah menjadi gaya Sragenan yang dinamis. Penari latar, Eci, berhasil menghidupkan suasana melalui gerak tari yang ekspresif, membuat penonton yang memadati lokasi festival serentak memberikan aplaus meriah.
“Penampilan Ki Ageng Ganjur sangat unik dan eksotik. Kami sangat tertarik dengan perpaduan bunyi yang dihasilkan,” ujar salah satu peserta dari Yunani yang bahkan langsung menyatakan ketertarikannya untuk berkolaborasi dengan kelompok asal Indonesia tersebut.
Semangat Kebersamaan lewat Maumere
Kejutan berlanjut pada sesi jamuan makan malam (dinner). Atas permintaan panitia secara spontan, Ki Ageng Ganjur kembali tampil membawakan lagu “Maumere”.
Meski tampil secara lipsync karena keterbatasan teknis di lokasi makan malam, semangat yang dibawa berhasil mencairkan suasana.
Seluruh tamu undangan dan delegasi dari berbagai negara turun ke lantai dansa, menari bersama dalam harmoni persaudaraan.
Keikutsertaan Ki Ageng Ganjur dalam festival ini tidak hanya sekadar pertunjukan musik, tetapi juga menjadi misi diplomasi budaya yang sukses mempererat hubungan antarnegara melalui bahasa musik yang universal.
Penampilan Ki Ageng Ganjur dalam Festival Bakhori di Boysun ini atas djukungan penuh KBRI Uzbekistas. Tim KBRI memberikan pendampingan selama Ganjur berada di Usbek, terutama saat mengikuti festival dan mempersiapkan konser di Samarkhand dan Tashkent. (***)
Sumber: Dr. Ngatawi Al Zastrouw/Pusinfo Ki Ageng Ganjur
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com




















Komentar