Galeri
Beranda ยป Berita ยป Guru SMPN 2 Depok Zera Zetira Putrimawika Pentas Puisi di Komoenitas Makara UI, Bawakan Spirit Kartini

Guru SMPN 2 Depok Zera Zetira Putrimawika Pentas Puisi di Komoenitas Makara UI, Bawakan Spirit Kartini

Pembacaan puisi Spirit Kartini oleh guru SMPN 2 Depok, Zera Zetira Putrimawika di selasar gedung Makara Art Center Universitas Indonesia, Depok, Senin malam 11 Mei 2026. (Foto: Dok Humas Komoenitas Makara)

RUZKAINDONESIA.ID, DEPOK — Ada yang spesial pada perhelatan Majelis Nyala Purnama edisi ke-12 yang diinisiasi oleh Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia (UI) bekerjasama dengan Komoenitas Makara dan Urban Spiritual Indonesia di selasar gedung Makara Art Center Universitas Indonesia, Depok, Senin malam 11 Mei 2026.

Acara yang menggabungkan Hari Kartini, Hari Pendidikan Nasional, dan juga menyambut Hari Kebangkitan Nasional ini diisi oleh seorang penampil penyair perempuan yang juga berprofesi sebagai seorang guru.

Dia adalah Zera Zetira Putrimawika yang selain menjadi seorang guru Bahasa Indonesia di SMPN 2 Depok, juga merupakan seorang penulis.

Zera juga mantan jurnalis, dan pegiat literasi yang dikenal aktif menghasilkan karya tulis, termasuk puisi dan cerpen.

Dalam acara yang mengusung tema: โ€œMenghidupkan Spirit Kartini dalam Pendidikan dan Kebangsaan Kaum Perempuan di Era Digitalโ€ ini, Zera membawakan puisi berjudul “Dari Raden Ajeng Kartini untuk Maria Magdalena Pariyem” karya penyair terkemuka Indonesia, Joko Pinurbo.

Film Pesta Babi: Pekik Perlawanan Akrivis Banten

Guru yang ketika masih menjadi wartawan banyak memantau isu-isu politik ini membacakannya dengan dingin namun penuh penghayatan.

Sejumlah tokoh yang hadir seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si , Wakil Ketua MPR Republik Indonesia Dr. Lestari Moerdijat S.S, M.M., Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia Dr. Ngatawi Al Zastrouw.

Lali juga hadir Wakil kepala BPIP Dr. Rima Agristina, Pakar Kebudayaan Jawa Dr. Turita Indah Setyani, dan Ketua Komoenitas Makara Fitra Manan menyaksikan dengan seksama.

Puisi Spirit Kartini

โ€œDari Raden Ajeng Kartini untuk Maria Magdalena Pariyemโ€
Karya: Joko Pinurbo
untuk Linus Suryadi AG

Raden Ajeng Kartini terbatuk-batuk
di bawah cahaya lampu remang-remang.
Demam mulai merambat ke leher,
encok menyayat-nyayat punggung dan pinggang.

Setahun Majelis Nyala Purnama: Angkat Peran Kartini, Pendidikan Bangsa, dan Kebangkitan Nasional di Era Digital

Dan angin pantai Jepara yang kering
berjingkat pelan di alis yang tenang;
di pelupuknya anak-anak kesunyian
ingin lelap berbaring, ingin teduh dan tenteram.

Terimalah salam damaiku
lewat angin laut yang kencang, dinda.
Resah tengah kucoba.
Sepi kuasah dengan pena.

Kaudengarkah suara gamelan
tak putus-putusnya dilantunkan
di pendapa agung yang dijaga
tiang-tiang perkasa
hanya untuk mengalunkan
tembang-tembang lara?

Kaudengarkah juga
derap kereta di jauhan
datang melaju ke arah jantungku.

Kereta api hitam berderap membelah malam, melintasi hamparan kelabu perkebunan tebu.

4 Film Pendek dari 4 Sutradara Indonesia: World Premiere di Cannes Film Festival 2026

Kesedihan diangkut ke pabrik-pabrik gula,
di belakangnya perempuan-perempuan pemberani berduyun-duyun mengusung matahari.

“Perahu-perahu kembara, dinda,
telah kulepas dari pantai Jepara.

Berlayarlah tahun-tahunku, mimpi-mimpiku
ke gugusan hijau pulau-pulau Nusantara.

Berlayarlah ke negeri-negeri jauh,
ke Nederland sana.

Seperti kukatakan pada Ny. Abendanon
dan Stella: ingin rasanya aku
menembus gerbang cakrawala.”

Raden Ajeng Kartini terbatuk-batuk
di bawah cahaya lampu remang-remang.

Tangan masih menyurat di atas kertas.
Hati melemas pada berkas-berkas cemas.

Angin merambat lewat kain dan kebaya.
Dingin merayap hingga sanggulnya.

Dan anak-anak kesunyian bergelayutan
pada bulu matanya yang sayup,
yang mengungkai cahaya redup.

Sering kubayangkan, dinda,
perempuan-perempuan perkasa
berbondong-bondong menyunggi matahari,
menggendong bukit-bukit tandus
di gugusan pegunungan seribu
menuju hingar-bingar pasar palawija
di keheningan langit Jogja.

Kubayangkan pula
ladang-ladang karang
dirambah, disiangi
kaki-kaki telanjang
dengan darah sepanjang zaman.

Kereta api hitam berderap membelah malam, membangunkan si lelap dari tidur panjang.

Jari masih menulis bersama gerimis,
bersama angin dan kenangan.

Di telapak tangannya perahu-perahu dilayarkan ke daratan-daratan hijau, negeri-negeri jauh tak terjangkau.

Badai, dinda, badai menyerbu ke atas ranjang.

Kaudengarkah kini biduk mimpiku
sebentar lagi karam di laut Rembang?”

Raden Ajeng Kartini terkantuk-kantuk
di bawah cahaya lampu remang-remang.

Demam membara, encok meruyak pula.
Dan sepasang alap-alap melesat
dari ujung pena yang luka. (***)

Sumber: Humas Komoenitas Makara
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

Sorotan






Kolom