RUZKA INDONESIA โ Aceh dinilai berpeluang mengambil peran dalam industri kecerdasan artifisial (AI) melalui pengembangan teknologi berbasis bahasa dan kebutuhan lokal.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengajak anak muda, perguruan tinggi, dan startup Aceh mengembangkan Large Language Model (LLM) berbahasa Aceh melalui Garuda Spark Innovation Hub.
“Saya mendambakan ada large language model bahasa Aceh. Bisa ya kita bikin ya bahasa Aceh? Karena itu sangat penting karena kita punya keunikan sendiri,” ujar Nezar dalam Seminar Terbuka Aceh dalam Peta AI Nasional: Infrastruktur, Talenta, dan Ekosistem di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (3/11/2026).
Menurut Nezar, pengembangan AI berbasis bahasa lokal membuka peluang kolaborasi antara linguistik dan ilmu komputer. Bahasa tidak hanya sarana komunikasi, tetapi juga mencerminkan struktur berpikir masyarakat.
“Linguistik dipadukan dengan computer science. Hari ini inilah yang kemudian membuat artificial intelligence makin dekat dengan cara berpikir manusia,” jelasnya.
Untuk mendukung pengembangan, Kemkomdigi berencana membuka Garuda Spark Innovation Hub di Banda Aceh bekerja sama dengan pemerintah kota. Fasilitas ini disiapkan sebagai pusat pelatihan, inovasi, dan pengembangan startup yang ingin mengadopsi AI di sektor kesehatan, pertanian, perikanan, hingga pendidikan.
“Insyaallah akan kita buka bekerja sama dengan Wali Kota Banda Aceh. Kementerian Komdigi melalui Ditjen Ekosistem Digital akan membuka Garuda Spark di Aceh,” ungkapnya.
Nezar menilai Aceh memiliki modal SDM dan ekosistem pendidikan yang kuat. Namun ia mengingatkan Indonesia membutuhkan sekitar sembilan juta talenta digital hingga 2030, sementara kemampuan penyediaan baru sekitar empat juta.
Menurutnya, kebutuhan talenta tidak terbatas pada lulusan teknik atau komputer, mahasiswa linguistik juga berpeluang berkontribusi dalam pengembangan AI.
“Saya ingin melihat startup-startup Aceh bisa berada di top 10 pentas nasional. Dan itu harus dihasilkan oleh rekan-rekan semua, anak-anak muda Aceh,” pungkasnya. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com



Komentar