RUZKA INDONESIA — Gigi berlubang sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan ringan. Padahal, jika tidak segera ditangani, infeksi akibat kerusakan gigi dapat menyebar ke jaringan sekitarnya, bahkan mencapai leher dan dada hingga mengganggu saluran pernapasan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI), Prof. Dr. drg. Lilies Dwi Sulistyani, Sp.B.M.Mf., Subsp.Tr.Mf.S.Tm., saat memberikan edukasi kesehatan di RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA) Kota Depok, Selasa (03/11/2026).
โPenyebabnya berasal awalnya biasanya dari karies, lubang gigi, yang makin lama makin besar. Akhirnya infeksi dari gigi itu menyebar ke jaringan sekitarnya. Apabila tidak ditangani, infeksi itu akan makin meluas, bisa turun ke daerah leher, bahkan ke daerah dada,โ jelas Prof. Dr. drg. Lilies.
Dia menjelaskan, kasus infeksi gigi dengan kondisi berat masih kerap ditemukan di rumah sakit.
Bahkan, RSUI hampir setiap hari menerima pasien darurat akibat infeksi gigi yang sudah parah. Beberapa di antaranya membutuhkan tindakan operasi.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak menunggu hingga muncul rasa sakit atau pembengkakan untuk memeriksakan kondisi gigi.
Pemeriksaan secara rutin dan penanganan sejak dini dapat mencegah infeksi berkembang lebih jauh.
โAwalnya mungkin hanya karies kecil. Saat karies itu masih kecil, ke dokter gigi untuk ditambal bisa menghambat proses penjalaran terjadinya infeksi. Makanya, seringlah kontrol ke dokter gigi,โ tutur Prof. Dr. drg. Lilies. (***)
Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar