RUZKA INDONESIA — Masa depan kelestarian lingkungan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Keterlibatan generasi muda juga menjadi faktor penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS, Iing Misbahuddin, dalam momentum Dies Natalis ke-31 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) AKAMPA Universitas Majalengka.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UNMA pada 31 Oktober 2026 itu diikuti siswa SLTA yang tergabung dalam Siswa Pecinta Alam (SISPALA) serta mahasiswa anggota UKM AKAMPA dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi.
Iing menilai, keterlibatan pelajar dan mahasiswa dalam gerakan lingkungan memiliki arti strategis. Sebab, generasi muda tidak hanya menjadi penerus pembangunan, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Generasi Muda Punya Peran Penting Menjaga Lingkungan
Menurut Iing, kesadaran terhadap persoalan lingkungan perlu dibangun sejak dini. Gerakan kepedulian lingkungan juga tidak seharusnya hanya tumbuh di lingkungan organisasi pecinta alam, tetapi perlu meluas ke kehidupan masyarakat.
Karena itu, keberadaan organisasi seperti AKAMPA dan SISPALA diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran sekaligus penggerak perubahan perilaku masyarakat.
Momentum Dies Natalis AKAMPA pun diharapkan dapat memperkuat semangat generasi muda untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan.
Pembangunan Ekonomi dan Infrastruktur Harus Memperhatikan Alam
Selain menyoroti peran generasi muda, Iing juga mengingatkan pentingnya pembangunan daerah yang memperhatikan daya dukung lingkungan.
Menurutnya, pembangunan rendah karbon bukan sekadar wacana ekologis, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan infrastruktur, ekonomi, dan kelestarian alam.
Dalam konteks Kabupaten Majalengka, pembangunan perlu diarahkan agar kemajuan daerah tidak mengabaikan keberlanjutan lingkungan.
Sebagai bagian dari lembaga legislatif, pengawalan terhadap arah pembangunan menjadi penting agar kebijakan daerah tetap mempertimbangkan kepentingan lingkungan dan masyarakat.
Kolaborasi Kampus dan Legislatif Perlu Diwujudkan dalam Aksi Nyata
Iing juga menekankan pentingnya kolaborasi antara legislatif, akademisi, dan mahasiswa dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat melahirkan gagasan, kebijakan, serta aksi konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui momentum Dies Natalis ke-31 UKM AKAMPA, Iing berharap kesadaran lingkungan semakin berkembang, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun di tengah masyarakat.
Ia mendorong terwujudnya Majalengka yang hijau, bersih, dan berkelanjutan, sehingga pembangunan yang berlangsung saat ini tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar