RUZKA INDONESIA โ Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi pusat layanan ketenagakerjaan yang tidak hanya menyelenggarakan pelatihan, tetapi juga mendukung lahirnya wirausaha baru dan membantu industri meningkatkan produktivitas.
Transformasi ini bertujuan agar pelatihan vokasi memberikan dampak nyata, terutama melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri dan penempatan lulusan.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan keberhasilan pelatihan vokasi tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau banyaknya program yang diselenggarakan.
“Pelatihan harus memberikan dampak. Kita tidak cukup hanya melihat berapa banyak orang yang dilatih, tetapi juga perlu mengetahui berapa banyak lulusan yang bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan setelah mengikuti pelatihan,” ujar Yassierli saat mengunjungi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon, Maluku, Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, BLK dan BPVP perlu memperkuat keterhubungan dengan dunia usaha dan industri agar program pelatihan benar-benar menjawab kebutuhan pasar kerja. Perencanaan pelatihan perlu didasarkan pada pemetaan kebutuhan tenaga kerja, perkembangan industri, serta potensi ekonomi daerah.
Selain sebagai pusat pelatihan vokasi, BLK ke depan diarahkan menjalankan fungsi sebagai talent and innovation hub atau pusat pengembangan talenta dan inovasi. Fungsi ini diharapkan dapat mempertemukan peserta pelatihan, calon wirausaha, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mengembangkan gagasan dan peluang ekonomi.
“BLK juga kita arahkan agar berperan sebagai klinik produktivitas yang membantu perusahaan, khususnya usaha menengah, meningkatkan kinerja dan produktivitas,” jelasnya.
Dalam arahannya, Menaker juga menekankan pentingnya penguatan sistem pemantauan lulusan atau tracer study. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi peserta setelah pelatihan dan menjadi dasar perbaikan program.
“Jadi seperti yang pernah saya sampaikan, tingkat keberhasilan lulusan pelatihan vokasi yang bekerja atau berwirausaha mencapai 70 persen. Target tersebut adalah penekanan dalam upaya memperkuat orientasi pelatihan pada hasil, bukan semata-mata pada pelaksanaan kegiatan,” ujar Yassierli. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com



Komentar