Daerah
Beranda » Berita » Keren! Pilkades Tiga Desa di Ujungjaya Sumedang Gunakan Sistem Elektronik, Majalengka Study Banding

Keren! Pilkades Tiga Desa di Ujungjaya Sumedang Gunakan Sistem Elektronik, Majalengka Study Banding

Salah satu TPS yang berada d Desa Kudangwangi, Kecamatan Ujungjaya tengah melakukan pemungutan suara. (Foto: Dok Eko Widiantoro)

RUZKA INDONESIA – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar) berlangsung dengan sistem pemungutan suara digital.

Warga menggunakan perangkat elektronik berupa tablet yang disediakan pemerintah untuk menyalurkan hak pilih mereka.

Penerapan sistem ini terlihat di Kecamatan Ujungjaya, yang menggelar Pilkades di tiga desa, yakni Ujungjaya, Sukamulya, dan Kudangwangi, pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Perubahan dari pemungutan suara konvensional ke sistem digital tersebut menarik perhatian pemerintah daerah lain.

Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Sukamulya, Dede Sambas K, mengatakan Camat Kadipaten, Kabupaten Majalengka, datang untuk mempelajari pelaksanaan pemilihan menggunakan perangkat elektronik.

Depok Gelar Rakor Persiapan Pembangunan Infrastruktur 2027, Flyover Margonda Siap Dibangun

Menurut Dede, sistem pemungutan suara di Desa Sukamulya berbeda dari pelaksanaan Pilkades sebelumnya pada 2018.

Saat itu, pemilih masih menggunakan surat suara yang dicoblos secara manual.

“Pada Pilkades 2018, pemilihan kepala desa di Sukamulya masih menggunakan cara manual atau konvensional. Masyarakat menyalurkan hak pilihnya dengan mencoblos surat suara,” kata Dede.

Pada pemilihan tahun ini, kata dia, warga menggunakan perangkat elektronik yang telah disiapkan pemerintah.

“Sekarang pemilihan kepala desa diselenggarakan secara digital. Sistem pemilihan manual sudah bertransformasi menjadi digital. Warga menggunakan alat elektronik yang disiapkan untuk pelaksanaan pemilihan tahun ini,” ungkap Dede.

Fahira Idris Sebut Perda Harus Menjawab Persoalan dan Memberi Manfaat Nyata

Pemilih Lansia Menjadi Tantangan

Penerapan teknologi dalam pemilihan kepala desa tidak sepenuhnya lepas dari tantangan.

Dede mengatakan pemilih lanjut usia menjadi salah satu kelompok yang memerlukan perhatian karena sebagian belum terbiasa menggunakan perangkat elektronik.

Panitia, menurutnya, telah melakukan simulasi sosialisasi sebelum hari pemungutan suara.

Langkah tersebut ditujukan agar warga memahami tata cara menggunakan perangkat digital ketika memilih calon kepala desa.

Dede menilai sosialisasi membantu pelaksanaan pemungutan suara berjalan lancar. Ia juga menyebut sistem digital lebih mudah dan cepat digunakan setelah pemilih memahami mekanismenya.

BPK Soroti Pengelolaan Pajak Kabupaten Tangerang, Data Selisih Puluhan Miliar Rupiah

Meski demikian, kelancaran pelaksanaan pada hari pemungutan suara belum dengan sendirinya menjawab seluruh pertanyaan mengenai efektivitas sistem tersebut.

Penilaian yang lebih menyeluruh memerlukan informasi mengenai kecepatan penghitungan, akurasi hasil, keamanan sistem, serta mekanisme penanganan jika terjadi gangguan teknis.

Pemerintah juga mengantisipasi kemungkinan gangguan pasokan listrik. Menurut Dede, petugas PLN disiagakan untuk mengantisipasi gangguan selama proses pemungutan suara berlangsung.

Kesiapan pasokan listrik menjadi salah satu aspek penting karena perangkat yang digunakan dalam pemilihan bergantung pada dukungan teknis.

Kudangwangi Menghadapi Tantangan Serupa

Ketua Pelaksana Pemilihan Suara Desa Kudangwangi, Agus Cahayadi, menyampaikan bahwa pemilih lanjut usia juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan Pilkades digital di desanya.

Namun, ia mengatakan sosialisasi yang dilakukan sebelum pemungutan suara membantu warga memahami penggunaan perangkat elektronik.

Sementara itu, warga Desa Sukamulya, Siti Atijah, menilai pelaksanaan Pilkades 2026 dengan sistem digital memudahkan masyarakat dalam menyalurkan hak pilih.

Menurut Siti, mekanisme pemilihan tahun ini terasa mudah. Penggunaan perangkat elektronik menjadi pengalaman berbeda dibandingkan pemungutan suara secara konvensional yang sebelumnya menggunakan surat suara dan pencoblosan.

Penerapan sistem digital di tiga desa di Kecamatan Ujungjaya memperlihatkan perubahan mekanisme pemilihan kepala desa di Kabupaten Sumedang.

Selain kesiapan perangkat, keberhasilan penerapannya bergantung pada kemampuan panitia mendampingi pemilih dengan latar belakang dan tingkat penguasaan teknologi yang berbeda.

Kunjungan Camat Kadipaten dari Majalengka menjadi salah satu indikasi adanya ketertarikan daerah lain terhadap pelaksanaan sistem tersebut.

Namun, untuk menilai apakah model ini layak diterapkan lebih luas, diperlukan evaluasi berdasarkan pengalaman pemilih, transparansi proses, keamanan data, serta akuntabilitas hasil pemilihan. (***)

Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom