RUZKA INDONESIA — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mengambil sampel air Situ Pladen, Kecamatan Beji, pada Jumat (23/10/26).
Pengujian tersebut merupakan bagian dari pemantauan rutin kualitas air di sejumlah situ di Kota Depok, termasuk Situ Pladen.
โTujuan pengujian ini untuk mengetahui kualitas air dan mengantisipasi potensi sumber pencemar yang dapat mencemari air permukaan, termasuk Situ Pladen,โ kata Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, Jumat (23/10/2026).
Dari hasil pengujian tersebut, lanjutnya, DLHK akan melakukan analisis terhadap parameter yang diperiksa.
Hasil laboratorium nantinya menjadi acuan untuk menentukan langkah penanganan, termasuk penelusuran sumber pencemar apabila ditemukan indikasi pencemaran.
โUntuk memastikan kondisi dan penyebabnya, kita perlu menunggu hasil uji laboratorium serta mencermati kondisi di lapangan,โ terang Reni.
Dugaan Tercemar
Lurah Beji, Samsu Sadikin, menyampaikan pengambilan sampel air telah dilakukan langsung di lokasi oleh tiga petugas DLHK Kota Depok.
Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai kualitas air Situ Pladen.
โAlhamdulillah, hari ini, Jumat 23 Oktober 2026, pengambilan sampel air Situ Pladen yang diduga tercemar limbah sudah dilaksanakan untuk uji laboratorium,โ ucapnya.
Samsu menyebutkan, hasil pemeriksaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 14 hingga 21 hari kerja.
Dirinya mengajak masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil resmi agar kualitas air Situ Pladen dapat diketahui berdasarkan hasil pengujian.
โKami minta warga tetap tenang dan tidak berspekulasi. Kita tunggu hasil laboratoriumnya. Kalau memang terbukti ada pencemaran, pasti ada tindak lanjutnya,โ pungkasnya. (***)
Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar