RUZKA INDONESIA — Pengelolaan sampah yang berkelanjutan sudah seyogianya dimulai dari lingkungan rumah tangga.
Guna mendorong kebiasaan tersebut, Universitas Indonesia (UI) yang dikoordinasi Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UI) mengajak warga RW 03 Kelurahan Sukmajaya, Kota Depok, menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai langkah sederhana namun penting untuk mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.
Ajakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas) bertajuk โPemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang Berkelanjutan melalui Penerapan Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle)โ yang digela di Posyandu RW 03 Kelurahan Sukmajaya, pada 12 September 2026 lalu.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Biologi FMIPA UI, Dr. Oriza Savitri Ariantie, M.Si., mengatakan bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci dalam mengatasi persoalan sampah yang semakin kompleks.
Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau petugas kebersihan.
Memilah Sampah Sejak Sumbernya
Perubahan dapat dimulai dari setiap rumah melalui kebiasaan sederhana, seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan yang praktis dan dapat langsung diterapkan oleh masyarakat,โ ujar Dr. Oriza dalam siaran pers yang diterima, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur perguruan tinggi, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Windri Handayani, S.Si., M.Si., Ketua Departemen Biologi FMIPA UI; Prof. Anom Bowolaksono, Ph.D., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FMIPA UI; perwakilan Pemerintah Kota Depok; Totok Tugas Utomo, Ketua RW 03 Sukmajaya; serta Agus Setiawan, S.E. dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Depok.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat perkotaan.
Sebanyak 19 warga RW 03 mengikuti rangkaian edukasi dan diskusi mengenai penerapan prinsip 3R.
Melalui sesi interaktif, peserta diajak memahami pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, sekaligus mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sampah rumah tangga di lingkungan tempat tinggal mereka.
Tiga Narasumber
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dengan fokus materi yang saling melengkapi. Dr. Dimas Haryo Pradana membahas penerapan prinsip 3R dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Sementara itu, Prof. Dr. rer. nat. Mufti Petala Patria, M.Sc. memaparkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai alternatif pengolahan limbah organik yang bernilai ekonomi, dan Prof. Wellyzar Sjamsuridzal, Ph.D. menjelaskan pemanfaatan mikroorganisme dekomposer untuk mengolah sampah organik menjadi kompos guna mendukung pertanian perkotaan berkelanjutan.
Selain memperoleh materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pemilahan sampah dan pembuatan kompos yang dipandu oleh tim Departemen Biologi FMIPA UI.
Warga belajar mengenali berbagai kategori sampah, mulai dari organik, anorganik, limbah B3, hingga residu, serta menentukan metode pengelolaan yang sesuai agar sampah dapat dimanfaatkan kembali dan tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan.
Tim pengabdian juga memperkenalkan berbagai alternatif pengolahan sampah organik yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga, seperti pengomposan, budidaya maggot BSF, dan pemanfaatan biodigester.
Pendekatan ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Terapkan Pendekatan Ilmiah
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga menerapkan pendekatan ilmiah melalui pelaksanaan pre-test dan post-test.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan setelah kegiatan berlangsung, sekaligus menjadi indikator efektivitas edukasi yang diberikan kepada masyarakat.
Harapannya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dalam kegiatan yang dilaksanakan Departemen Biologi FMIPA UI ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta ditularkan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Dengan mendorong masyarakat memulai pemilahan sampah dari rumah, UI turut berkontribusi dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar