Gaya Hidup Sekolah
Beranda ยป Berita ยป Cetak Regenerasi Pembatik, Yayasan Batik Jabar Luncurkan Kurikulum Batik ke Sekolah

Cetak Regenerasi Pembatik, Yayasan Batik Jabar Luncurkan Kurikulum Batik ke Sekolah

Jambore Yayasan Batik Jawa Barat di Hotel Golden Flower, Jalan Sudirman, Kota Bandung, Jabar, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Yayasan Batik Jawa Barat (Jabar) mendorong regenerasi pembatik melalui peluncuran buku ajar dan kurikulum batik untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Adapun inisiatif ini diharapkan dapat memperkenalkan batik kepada generasi muda sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi membatik di Jabar.

Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat, Sendy Dede Yusuf, menilai regenerasi pembatik masih menjadi tantangan dalam pengembangan batik. Minat generasi muda untuk menekuni keterampilan membatik perlu terus ditingkatkan agar warisan budaya tersebut tetap memiliki penerus.

“Anak-anak muda sekarang semakin jarang yang mau meneruskan kegiatan membatik. Padahal, membatik membutuhkan kesabaran, ketekunan, hati, kecintaan, dan keikhlasan. Prosesnya tidak bisa dilakukan secara terburu-buru,” jelas Sendy dalam sambutan acara Jambore Yayasan Batik Jawa Barat di Hotel Golden Flower, Jalan Sudirman, Kota Bandung, Jabar, Sabtu (24/10/2026).

Menurut Sendy, penyusunan buku ajar dan kurikulum batik merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jabar untuk menjawab persoalan regenerasi tersebut.

HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional 2026 di Depok, Gelar Pekan Olahraga, Seni dan Pembelajaran

Gagasan itu muncul setelah Yayasan Batik Jawa Barat menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi dalam upaya mengembangkan dan memajukan batik di daerah.

Dorong Percepatan Penyusunan Kurikulum Batik

Sendy menuturkan, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi kemudian mendorong percepatan penyusunan kurikulum dan buku ajar agar dapat diterapkan di sekolah-sekolah, terutama di wilayah yang memiliki tradisi pembatikan.

“Beliau bahkan berpesan agar program tersebut segera dilaksanakan dengan semangat, โ€˜Gercep, gaspol, tanpa remโ€™,โ€ ungkap Sendy.

Peluncuran buku ajar dan kurikulum batik Jawa Barat menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Jambore Batik Jabar.

Melalui program ini, batik diharapkan dapat dikenal sejak dini, bukan sekadar sebagai produk sandang, melainkan juga sebagai bagian dari identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat.

Sepanjang 2026, Depok Revitalisasi 25 Bangunan PAUD dan TK

Sendy menjelaskan, sejumlah kabupaten dan kota di Jabar memiliki tradisi pembatikan dengan karakteristik masing-masing.

Setiap daerah mempunyai motif khas yang memuat filosofi serta mencerminkan kekayaan budaya setempat.

Motif Batik Khas Daerah

Untuk memperkuat identitas tersebut, Yayasan Batik Jabar berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di tingkat kabupaten dan kota dalam mendorong penciptaan motif batik khas daerah. Salah satu upayanya dilakukan melalui kompetisi yang melibatkan masyarakat.

“Untuk menghasilkan karya atau motif khas dari setiap kabupaten dan kota, kami bersama Dekranasda menyelenggarakan lomba yang melibatkan masyarakat. Motif terbaik yang menjadi pemenang kemudian ditetapkan sebagai motif khas daerah tersebut,” jelas Sendy.

Motif yang terpilih selanjutnya digunakan sebagai identitas daerah, termasuk pada pakaian dinas di lingkungan pemerintah kabupaten dan kota.

PLN Ajari Siswa SDIT Iqro Bekasi Kenali Bahaya Listrik Sejak Dini

Upaya ini diharapkan memperluas pemanfaatan batik sekaligus membuka kesempatan bagi perajin lokal untuk mengembangkan produk mereka.

Dia menegaskan, upaya melestarikan batik membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah pusat dan daerah. Komunitas, pelaku usaha, lembaga pendidikan, serta masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.

“Melalui pendidikan, promosi, serta pengembangan motif khas daerah, Yayasan Batik Jawa Barat berharap generasi muda tidak hanya mengenal batik sebagai warisan budaya, tetapi juga tertarik mempelajari proses pembuatannya dan meneruskan keterampilan membatik kepada generasi berikutnya,” tegas Sendy. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom