RUZKA INDONESIA — Sepanjang 2026, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok telah merevitalisasi 15 bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK).
Saat ini, pekerjaan fisik pada 15 bangunan PAUD dan TK itu hampir rampung 100 persen.
Kepala Disdik Kota Depok, Wahid Suryono, mengatakan lima bangunan lainnya masih menunggu proses Anggaran Biaya Tambah (ABT) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
โAnggaran revitalisasi ini bersumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui program prioritas revitalisasi. Kami ajukan 20 bangunan, 15 sudah terlaksana dan sekarang kami sedang menunggu proses untuk lima bangunan lainnya,โ ungkap Wahid, Rabu (21/10/2026).
Menurut Wahid, revitalisasi mencakup sejumlah pekerjaan, mulai dari penambahan ruang, perbaikan sanitasi dan toilet, penataan lingkungan sekolah, hingga pembangunan area bermain.
Besaran anggaran setiap lembaga berbeda sesuai kebutuhan, dengan nilai berkisar Rp29 juta hingga Rp271 juta.
โMudah-mudahan revitalisasi ini menjadikan bangunan lebih representatif, lebih nyaman dan ramah anak. Kami akan terus mengawal bangunan yang saat ini masih berproses,โ jelasnya.
Tersebar di Sejumlah Kecamatan
Adapun 15 lembaga PAUD sederajat yang telah direvitalisasi tersebar di sejumlah kecamatan di Kota Depok.
Di Kecamatan Sawangan, terdapat KB Al-Mukhlasien, KB Al Mubaraq, KB PAUD Cemerlang AlHafiz, TK Islam Mutiara, KB Flamboyan 1, Insan Kamil, KB PAUD Sang Bintang, PAUD Al-Farhan, dan KB Saadatul Ummahat.
Selanjutnya, KB Bening di Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas; TK Aisyiyah Bustanul Athfal 10 di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya.
Lalu, PAUD Assalamah di Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung; TKIT Arafah di Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos.
Selanjutnya, KB PAUD Salsabila di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari; serta TK Islam Kurnia di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos.
“Melalui program revitalisasi ini, Pemkot Depok berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini agar kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman, aman, dan ramah anak,” pungkas Wahid. (***)
Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar