Ekonomi Info Kampus
Beranda » Berita » Dari Kelas ke Pasar: Mahasiswa UI Dampingi UMKM Jabodetabek Perkuat Daya Saing Digital

Dari Kelas ke Pasar: Mahasiswa UI Dampingi UMKM Jabodetabek Perkuat Daya Saing Digital

Program pengabdian kepada masyarakat (pengmas) bertajuk “UMKM Naik Kelas” yang berfokus pada penguatan kapasitas digital dan daya saing pelaku usaha di wilayah Jabodetabek. (Foto: Dok Humas UI)

RUZKA INDONESIA — Tren perubahan perilaku konsumen yang semakin didominasi platform digital menuntut para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk beradaptasi agar tetap mampu bersaing.

Tantangan tersebut dijawab mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari Sekolah Vokasi dengan menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat (pengmas) bertajuk “UMKM Naik Kelas” yang berfokus pada penguatan kapasitas digital dan daya saing pelaku usaha di wilayah Jabodetabek.

Program ini disokong oleh pendanaan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI dengan melibatkan pelaku UMKM dari Depok, Bogor, Jakarta, dan Tangerang Selatan.

Melalui pendampingan langsung, mahasiswa berupaya membantu peserta menghadapi berbagai tantangan pengembangan usaha, mulai dari pemanfaatan teknologi digital, penguatan identitas merek (branding), dan perluasan akses pasar.

Inisiatif program ini digagas oleh tim mahasiswa Sekolah Vokasi UI yang diketuai oleh Nazwa Khalisya Amanda di bawah bimbingan Bintang Mukhammad Burhanudin Akbar, M.M., yang juga Ketua Lembaga Vokasi UI.

Kadin Minta MSCI Objektif Nilai Pasar Modal Indonesia

Bekali Pelaku UMKM

Program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pemahaman konseptual mengenai pengelolaan usaha, tetapi juga membekali pelaku UMKM dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan bisnis mereka.

Rangkaian materi pendampingan yang diberikan mencakup optimalisasi media sosial sebagai sarana pemasaran, kreasi konten digital, fotografi produk, hingga pengembangan desain kemasan yang menarik.

Pendekatan tersebut dipilih karena dinilai relevan dengan kebutuhan pelaku usaha yang kini harus mampu membangun kehadiran digital sekaligus menciptakan citra produk yang kuat di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Nazwa Khalisya Amanda menuturkan bahwa kekuatan program ini terletak pada keterlibatan UMKM dari berbagai wilayah, menandakan program ini sebagai wadah kolaborasi yang luas antar pelaku usaha.

Selain memperoleh keterampilan baru, para peserta juga memiliki kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan membangun jejaring bisnis yang dapat mendukung pengembangan usaha mereka di masa mendatang.

Kemendag dan Nestlé Teken MoU Dorong Ekspor Pertanian dari Hulu Senilai Rp10 Triliun

“Kami ingin menciptakan ekosistem kolaboratif yang lebih luas. Dengan menghadirkan UMKM dari berbagai wilayah, kami mendorong pertukaran ide, berbagi praktik baik, dan perluasan jaringan usaha. Ini adalah bagian dari upaya nyata Sekolah Vokasi UI dalam mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor UMKM yang tangguh,” ujar Khalisya dalam keterangan yang diterima, Sabtu (17/10/2026).

Pengejawantahan Tridarma Perguruan Tinggi

Sementara itu, Bintang Mukhammad Burhanudin Akbar menegaskan bahwa program “UMKM Naik Kelas” merupakan pengejawantahan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini menempatkan mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar memberikan solusi atas kebutuhan riil yang dihadapi masyarakat.

Respons positif datang dari para peserta. Salah satu pelaku UMKM asal Bogor mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pemasaran digital dan pengembangan tampilan produk yang sebelumnya menjadi tantangan dalam menjalankan usaha.

Pendampingan yang diberikan membantu peserta lebih percaya diri untuk mengembangkan bisnis dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Wamendes Tinjau KDKMP Klaten, PLN Dukung Ekonomi Desa Lewat Layanan Pembayaran Listrik

Hadirnya program “UMKM Naik Kelas” ini menjadi penegas komitmen UI dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Pendampingan digital yang diberikan tidak hanya membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekosistem kewirausahaan yang lebih tangguh, adaptif, dan berdaya saing di era ekonomi digital. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom