Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Kadin Minta MSCI Objektif Nilai Pasar Modal Indonesia

Kadin Minta MSCI Objektif Nilai Pasar Modal Indonesia

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie. (Foto Ist)

RUZKA INDONESIA โ€“ Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengimbau MSCI menilai pasar modal Indonesia secara objektif, transparan, dan proporsional. Usulan reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market berdampak besar terhadap kepercayaan investor dan pembiayaan dunia usaha.

“Kami menghormati MSCI sebagai lembaga independen yang memiliki peran penting dalam ekosistem investasi global. Pada saat yang sama, kami mengimbau agar penilaian terhadap Indonesia dilakukan secara menyeluruh, berbasis bukti, dan proporsional,” ujar Anin, sapaan akrabnya di Jakarta, Jumat (16/11/2026).

Kadin menyoroti waktu pembukaan konsultasi reklasifikasi pada 15 Oktober 2026 waktu New York atau 16 Oktober 2026 WIB. Sebelumnya MSCI menyebut akan mempertimbangkan konsultasi jika kemajuan belum terlihat sampai peninjauan indeks November 2026.

“Publik dan pelaku usaha berhak memperoleh penjelasan: mengapa konsultasi reklasifikasi dibuka sebelum tenggat evaluasi November yang sebelumnya menjadi acuan? Temuan baru apa yang mendasari langkah tersebut, dan bagaimana kemajuan reformasi Indonesia diperhitungkan?” kata Anin.

Ia menegaskan perubahan status menjadi Standalone Market akan menempatkan Indonesia di luar indeks pasar berkembang MSCI. Dampaknya berupa penyesuaian portofolio investor global, berkurangnya basis investor, serta tekanan valuasi dan akses pembiayaan.

Kemendag dan Nestlรฉ Teken MoU Dorong Ekspor Pertanian dari Hulu Senilai Rp10 Triliun

Tekanan pasar terlihat pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, IHSG ditutup turun 11,57 persen ke level 5.185,10 di tengah kekhawatiran usulan MSCI.

“Dampaknya menyentuh perusahaan yang membutuhkan modal untuk berekspansi, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi. Jutaan investor serta pemegang saham publik juga berkepentingan atas pasar yang sehat dan penilaian yang berimbang,” ujarnya.

Menurut Kadin, status Standalone tidak proporsional jika tidak mempertimbangkan jumlah dan kualitas emiten, kapitalisasi, frekuensi transaksi, infrastruktur pasar, dan kemajuan tata kelola.

Kadin mendukung delapan program reformasi pasar modal OJK, SRO, dan pelaku industri, meliputi peningkatan free float minimal 15 persen, transparansi ultimate beneficial owner (UBO), demutualisasi bursa, penegakan aturan, dan pendalaman pasar.

“Reformasi sudah berjalan dan menghasilkan langkah nyata. Kami meminta MSCI memberikan penilaian yang adil terhadap kemajuan tersebut, sekaligus menjelaskan secara spesifik bagian mana yang belum memenuhi standar,” kata Anin.

Wamendes Tinjau KDKMP Klaten, PLN Dukung Ekonomi Desa Lewat Layanan Pembayaran Listrik

“Kita harus menjadikan penilaian MSCI sebagai cambuk untuk berbenah. Kritik dari luar perlu dijawab dengan data, tindakan, dan hasil yang dapat diverifikasi,” tegasnya. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom