Komunitas Nasional
Beranda ยป Berita ยป Mudzakarah Ajengan PUI 2026 Resmi Dibuka, Ulama PUI Bahas Tiga Persoalan Aktual Umat

Mudzakarah Ajengan PUI 2026 Resmi Dibuka, Ulama PUI Bahas Tiga Persoalan Aktual Umat

Mudzakarah Ajengan PUI Tahun 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (17/10/2026). (Foto: Dok AT)

RUZKA INDONESIA — Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI) resmi membuka Mudzakarah Ajengan PUI Tahun 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Forum yang berlangsung hingga Ahad (18/10/2026) ini mengangkat tema โ€œMenjawab Persoalan Umat: Telaah dan Perumusan Pandangan Hukum Islam Kontemporerโ€.

Mudzakarah ini diikuti sekitar 50 ajengan, terdiri atas pengasuh pondok pesantren, ulama, dan akademisi dari berbagai daerah.

Ketua Umum DPP PUI, H. Raizal Arifin, M.Sos., menyebut forum ini sebagai kelanjutan Multaqa Ulama PUI yang sebelumnya digelar bergiliran tahun-tahun sebelumnya di Sukabumi, Cianjur, Majalengka, dan Santi Asromo.

Bedanya, pertemuan kali ini membahas persoalan umat secara lebih serius dan terarah.

Kapolri Silaturahmi ke Ponpes Tebuireng dan Ziarah Makam Gus Dur

โ€œMultaqa adalah ajang silaturahim dan bertukar pendapat. Sekarang kita mengadakan forum yang lebih serius, membahas persoalan yang dinantikan umat,โ€ kata Raizal dalam sambutannya.

Pembukaan diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, pembacaan Intisab PUI, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PUI.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum DPP PUI, arahan Ketua Majelis Syura PUI KH. Nurhasan Zaidi, dan Khutbah Iftitah oleh Ketua Majelis Masyayikh PUI Dr. KH. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si. Rangkaian pembukaan ditutup dengan doa yang dipimpin KH. Nonop Hanafi.

Mengangkat Kembali Gelar Ajengan

Pemilihan nama โ€œAjenganโ€ menjadi salah satu hal yang disorot dalam pembukaan. Raizal menjelaskan, dalam tradisi murid-murid KH. Ahmad Sanusi, ajengan adalah strata keulamaan tertinggi, di atas ustaz, mualim, dan kiai.

Panggilan ini lazim di Jawa Barat, tetapi gaungnya di tingkat nasional masih samar. Karena itu, mudzakarah sengaja digelar di Jakarta.

Pertama Kali Ikut Pameran 2025, Jalan Ekspor Terbuka, Kini Ruma Papua Membidik Pasar Global di TEI 2026

KH. Nurhasan Zaidi menambahkan, istilah Ajengan dipilih agar ulama dari tatar Sunda menggaungkan kembali panggilan khas ulama dari Jawa Barat ini, provinsi basis lahirnya PUI, kepercayaan diri dan keunikan, sebagaimana Nusa Tenggara Barat dikenal dengan Tuan Guru dan Sumatra dengan sebutan Buya.

Tiga Persoalan Umat

Mudzakarah membahas tiga persoalan utama. Pertama, dinamika pelaksanaan wukuf di Arafah, murur, tanazul, dan dam dalam ibadah haji.

Kedua, pinjaman online dalam perspektif fikih muamalah. Ketiga, pergantian nazhir wakaf tanah dalam kaitannya dengan amanah wakif, kewenangan nazhir, dan kepastian hukum.

Pembahasan berlangsung melalui sidang pleno dan sidang komisi dengan pendekatan bahts al-masaโ€™il dan kajian perbandingan fikih (fiqh muqaran). Setiap tema dibahas oleh satu komisi.

Dalam Khutbah Iftitah, KH. Ahmad Heryawan berpesan agar PUI menampilkan wajah Islam yang mudah, moderat, dan membahagiakan, dengan fikih yang berpijak pada pendapat ulama empat mazhab.

Pembangunan Masjid Al – Lukman Pantai Karang Papak Cikelet Garut Resmi Dimulai

Sementara itu, KH. Nurhasan Zaidi mengingatkan bahwa PUI yang telah berusia satu abad perlu memperkuat konsolidasi para ulamanya.

Hasil pembahasan ketiga komisi dijadwalkan dipaparkan pada Ahad (18/10/2026), dilanjutkan dengan pembacaan keputusan mudzakarah oleh Ketua Umum DPP PUI dan penutupan. (***)

Penulis: AT
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom