RUZKA INDONESIA โ Pendiri Martha Tilaar Group, Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) dalam usia 89 tahun.
Keluarga besar Martha Tilaar Group menyampaikan kabar duka melalui pernyataan resmi. Martha Tilaar akan dimakamkan pada Jumat (16/10/2026) di pemakaman keluarga di Karawang.
“Martha Tilaar meninggalkan warisan ilmu, visi, dan misi untuk mengembangkan industri kecantikan Indonesia. Dedikasinya dalam pelestarian alam dan budaya, dunia pendidikan, serta pemberdayaan perempuan juga menjadi nilai yang akan diteruskan oleh Martha Tilaar Group,” ujar manajemen Martha Tilaar mengutip media sosial perusahaan.
Perjalanan bisnis Martha Tilaar dimulai pada 1970 dengan membuka salon di garasi rumah orang tuanya Yakob Handana di Jalan Kusuma Atmaja No. 47, Menteng, Jakarta Pusat. Dua tahun kemudian, ia membuka Martha Griya Salon di kawasan yang sama dengan layanan kecantikan tradisional berbahan tanaman herbal Nusantara.
Pada 1977, ia mendirikan PT Martina Berto bersama Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady. Perusahaan meluncurkan Sariayu, merek kosmetik dan jamu modern. Untuk memperkuat produksi, pabrik pertama didirikan di kawasan industri Pulogadung pada 1981, disusul pabrik kedua pada 1983. Pada tahun yang sama, PT SAI Indonesia dibentuk untuk memperluas distribusi.
Ekspansi berlanjut pada 1988-1990 melalui peluncuran merek Cempaka, Jamu Martina, Pesona, Biokos, Caring Colours, dan Belia. Pada 1996, PT Martina Berto memperoleh sertifikat ISO 9001 yang diklaim pertama bagi pabrik kosmetik di Indonesia. Pada 1999, kepemilikan saham beralih sepenuhnya dari Kalbe Group ke Martha Tilaar Group. Perseroan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2011 dengan nama PT Martina Berto Tbk.
Di tingkat internasional, Martha Tilaar menerima penghargaan Woman Entrepreneur 2008 Asia Pacific dan terlibat dalam gerakan Global Compact Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada 2016, pemerintah Indonesia menganugerahinya Bintang Budaya Parama Dharma.
Saat ini Martha Tilaar Group menaungi PT Martina Berto Tbk, PT Cedefindo, dan Puspita Martha International School, serta menjalankan bisnis layanan spa, periklanan, dan penyediaan tenaga kerja. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com



Komentar