RUZKA INDONESIA โ PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA resmi mengirim delapan unit KRL iE305 atau CLI226 dari pabrik Banyuwangi menuju Madiun untuk dilakukan uji coba akhir, di saat ketujuh trainset yang telah beroperasi memasuki masa perawatan.
INKA melalui media sosial resmi Instagram @pt_inka mengungkapkan, dari fasilitas produksi INKA Banyuwangi, KRL dikirim menuju INKA Madiun untuk menjalani final testing. Tahap ini dilakukan untuk memastikan setiap aspek sarana memenuhi standar kualitas, keandalan, dan uji sertifikasi, sebelum kereta dinyatakan laik beroperasi.
โPerjalanan 8 unit KRL iE305/CLI226 trainset ke-9 buatan PT INKA Banyuwangi resmi dimulai,โ tulisnya, Selasa (15/9/2026).
Dalam unggahannya, kereta terpantau bertolak dari Dermaga Bulusan Banyuwangi menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Masing-masing gerbong mengangkut 4 unit gerbong menggunakan kapal LCT. Nantinya setelah tiba di Surabaya, kedelapan unit tersebut diturunkan perlahan ke lintasan Stasiun Kalimas lalu ditarik beriringan menyusuri rel menuju fasilitas PT INKA Madiun.
โAda proses pengujian yang tidak singkat. KRL ini telah melalui rangkaian pengujian menyeluruh sebagai bagian dari komitmen terhadap keselamatan dan keandalan produk,โ jelas INKA.
Adapun kereta tersebut termasuk rombongan dari 16 trainset baru atau 192 unit kereta yang dipesan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dari INKA. Nilai kontrak pemesanan trainset tersebut mencapai Rp3,85 triliun dan bersumber dari penyertaan modal negara (PMN) KAI.
4 Tahapan Uji Coba KRL INKA
Setidaknya terdapat empat tahapan uji coba sebelum KRL digunakan untuk operasional sehari-hari:
1. Uji Konstruksi
Untuk menguji kekuatan rangka kereta, melibatkan BRIN, DJKA, dan pelanggan. Rangka dievaluasi kemampuannya menahan beban statis maupun beban kerja tanpa deformasi berlebih atau kerusakan struktural.
2. Uji Fungsi Statik (Uji Statis)
Menguji kondisi KRL dalam keadaan tidak bergerak. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kekuatan konstruksi, kesesuaian dimensi, serta fungsi sistem mekanik, listrik, dan keselamatan. Fungsi yang diuji meliputi lampu, AC, horn, door, interior noise test, dimensi, penimbangan kereta, serta uji ruang bebas.
3. Uji Fungsi Dinamik (Uji Dinamis)
Di lintasan rel untuk menguji performansi KRL dalam kondisi operasional nyata. Diuji respons terhadap akselerasi, pengereman, kecepatan, dan stabilitas, serta sistem propulsi, pengereman, suspensi, dan kontrol. Parameter yang diuji meliputi akselerasi, deselerasi, kekuatan stop and go di tanjakan, pembebanan (simulasi crush load), serta simulasi buka tutup pintu.
4. Uji Endurance
Tahap terakhir, kereta dijalankan selayaknya operasional sejauh 2.000 km dan 4.000 km untuk produk pertama. Uji akan diulang dari 0 KM jika ditemukan kegagalan fungsi selama pengujian. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com



Komentar