RUZKA INDONESIA โ Indonesia dan India memperkuat kerja sama di bidang teknologi dan layanan telekomunikasi. Kerja sama tersebut dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang menjadi landasan bagi kedua negara untuk mengembangkan teknologi telekomunikasi dan memperkuat ekosistem digital.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut hasil pembahasan Joint Leadersโ Statement dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India ke Indonesia yang diterima langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Draf final dokumen kerja sama juga telah dipertukarkan dalam agenda exchange of document di hadapan pimpinan kedua negara.
Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid bersama Menteri Komunikasi India Jyotiraditya M Scindia telah menyepakati penandatanganan MoU tersebut. Kesepakatan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk mengembangkan layanan telekomunikasi melalui kerja sama yang setara dan saling menguntungkan.
โIndonesia ingin memastikan transformasi digital membuat masyarakat Indonesia semakin mampu menguasai, mengembangkan dan menciptakan teknologi masa depan. Kerja sama dengan India menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkuat kapasitas tersebut,” ujar Meutya di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Meutya mengatakan, kerja sama tidak hanya diarahkan pada penguatan teknologi yang telah digunakan saat ini, tetapi juga pada penguasaan teknologi generasi berikutnya.
Pengembangan dan riset bersama akan mencakup teknologi 4G, 5G, hingga penjajakan teknologi 6G, serta teknologi masa depan seperti quantum technology dan komunikasi nirkabel mutakhir.
โKita berbicara tentang 4G dan 5G, tetapi juga teknologi yang akan menentukan konektivitas dan daya saing digital pada masa mendatang. Karena itu, riset, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi industri harus kita siapkan sejak sekarang,โ kata Meutya.
Menurutnya, penguasaan teknologi telekomunikasi menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas yang cepat, andal, dan tangguh.
Perkuat Komunikasi Darurat Bencana
Kerja sama juga mencakup penguatan komunikasi untuk penanganan bencana. Indonesia dan India akan mengeksplorasi pengembangan sistem komunikasi darurat dan solusi pengurangan risiko bencana untuk menjaga keberlangsungan layanan telekomunikasi ketika terjadi krisis atau bencana alam.
โBagi Indonesia, konektivitas juga menyangkut ketahanan. Ketika bencana terjadi, jaringan komunikasi harus tetap menjadi penghubung masyarakat, pemerintah, dan layanan darurat,โ ujar Meutya.
SDM, Riset, dan Forum Tahunan
Implementasi kerja sama akan dilakukan melalui sejumlah program, antara lain pengembangan kapasitas SDM melalui pelatihan, upskilling, dan reskilling. Kedua negara juga akan membuka peluang kerja sama riset dan pengembangan yang melibatkan akademisi dan industri, sekaligus memperkuat kemitraan pemerintah dan swasta (PPP).
Ruang kerja sama juga terbuka bagi pelaku usaha melalui kemitraan business-to-business (B2B), di mana perusahaan telekomunikasi dan teknologi kedua negara dapat mengembangkan proyek bersama.
Untuk memastikan kerja sama berjalan berkelanjutan, kedua negara akan membentuk forum tahunan Indonesian-Indian Telco Dialogue. Forum yang dipimpin pejabat tingkat tinggi tersebut akan digelar secara bergantian untuk mengevaluasi kemajuan program dan menyusun rencana kerja lanjutan.
MoU tersebut berlaku selama lima tahun sejak tanggal penandatanganan dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis kedua pihak.
โKemitraan Indonesia dan India harus memberikan manfaat yang konkret bagi masyarakat. Kita ingin kerja sama ini membuka lebih banyak ruang bagi talenta, peneliti, dan industri Indonesia untuk terlibat dalam pengembangan teknologi,โ tutur Meutya. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com



Komentar