Daerah Komunitas
Beranda ยป Berita ยป Multaqo Ulama Cianjur 2026: Meneladani Nabi dan Menyongsong Masa Depan Indonesia dengan Islam

Multaqo Ulama Cianjur 2026: Meneladani Nabi dan Menyongsong Masa Depan Indonesia dengan Islam

Multaqo Ulama Cianjur 2026 menjadi forum yang mempertemukan sejumlah ulama dan tokoh untuk membahas keteladanan Rasulullah SAW, perjalanan sejarah umat Islam, kondisi bangsa, serta gagasan mengenai masa depan Indonesia dalam perspektif Islam. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Multaqo Ulama Cianjur 2026 menjadi forum yang mempertemukan sejumlah ulama dan tokoh untuk membahas keteladanan Rasulullah SAW, perjalanan sejarah umat Islam, kondisi bangsa, serta gagasan mengenai masa depan Indonesia dalam perspektif Islam. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA โ€“ Multaqo Ulama Cianjur 2026 yang digelar Rabu (09/09/2026) lalu bertepatan dengan rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Majelis Ta’lim Attohiryah, Jalan Perintis Kemerdekaan, Cianjur, tersebut mengangkat tema โ€œMeneladani Nabi SAW, Mengemban Risalah Ilahi, Songsong Masa Depan Cerah dengan Islam.โ€

Kegiatan tersebut dihadiri para ulama, tokoh agama, serta peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian acara diisi dengan penyampaian gagasan dari enam pembicara yang membahas keteladanan Rasulullah SAW, sejarah peran umat Islam dalam perjalanan bangsa, kondisi Indonesia, hingga gagasan Islam sebagai solusi bagi masa depan.

Pembicara pertama, Ustadz Eri M. Ridwan, mengawali pembahasan dengan menekankan pentingnya kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW yang tidak berhenti pada aspek seremonial dan ritual. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam bentuk ketaatan terhadap ajaran yang beliau bawa secara menyeluruh (kaffah) serta memberikan dampak nyata bagi kemaslahatan kehidupan masyarakat dan bangsa.

Selanjutnya, Ustadz Muhammad Musa mengangkat perspektif sejarah mengenai besarnya peran umat Islam dalam perjalanan Nusantara. Ia mengungkit berbagai fakta sejarah yang menunjukkan keterlibatan umat Islam, baik dalam perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara maupun dalam perjuangan melawan penjajahan dan merebut kemerdekaan Indonesia.

Paparan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Islam dan umat Islam memiliki akar sejarah yang kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia serta memiliki peran penting dalam kehidupan publik.

Maulid Nabi Desa Limusnunggal Meriah, Doorprize Umroh Bikin Warga Makin Antusias

Pembicara ketiga, Ustadz Taofik Andi, menyampaikan kritik terhadap berbagai sistem yang selama ini digunakan dalam mengatur kehidupan masyarakat. Ia menilai bahwa berbagai persoalan yang terjadi menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam sistem yang diterapkan. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa bagi umat Islam, persoalan sistem kehidupan tidak semata-mata berkaitan dengan aspek politik dan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan akidah dan konsepsi Islam tentang kehidupan.

Sementara Ajengan Opan memaparkan kondisi objektif Indonesia yang dinilai menghadapi berbagai persoalan dan krisis multidimensi. Persoalan ekonomi, pendidikan, sosial, moral, serta berbagai problem kemasyarakatan menjadi bagian dari sorotan.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya meluruskan anggapan bahwa Islam merupakan ancaman bagi kehidupan bangsa. Menurutnya, Islam justru harus dipandang sebagai ajaran yang dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan.

Pada sesi berikutnya, Ustadz Ibrahim Yusak mengajak peserta menjadikan momentum peringatan kemerdekaan sebagai sarana muhasabah. Kemerdekaan, menurutnya, tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga perlu diikuti dengan upaya membangun kehidupan bangsa yang lebih baik.

Ia menyampaikan optimisme terhadap masa depan generasi Indonesia dan menekankan pentingnya menjadikan syariah Islam sebagai landasan dalam mewujudkan generasi yang unggul.

UMK Binaan PLN Ichinogami Tembus Omzet Rp2 Miliar Lewat Kriya Kertas Ramah Lingkungan

Rangkaian pembahasan ditutup oleh Ustadz Muhammad Ali Ihsan yang mengangkat tema mengenai Khilafah. Dalam paparannya, ia menegaskan pandangannya bahwa Khilafah bukanlah gagasan yang asing bagi umat Islam. Ia mengaitkannya dengan ajaran Islam serta perjalanan sejarah umat Islam di Nusantara.

Menurutnya, pembahasan mengenai Khilafah perlu ditempatkan dalam perspektif keagamaan dan sejarah, bukan semata-mata sebagai isu politik.

Secara keseluruhan, Multaqo Ulama Cianjur 2026 menjadi forum yang mempertemukan sejumlah ulama dan tokoh untuk membahas keteladanan Rasulullah SAW, perjalanan sejarah umat Islam, kondisi bangsa, serta gagasan mengenai masa depan Indonesia dalam perspektif Islam.

Melalui kegiatan tersebut, para pembicara mengajak peserta menjadikan momentum Maulid Nabi dan peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebagai momentum refleksi untuk memperkuat pemahaman keislaman, meningkatkan kepedulian terhadap persoalan bangsa, dan membangun optimisme terhadap masa depan. (***/Jie)

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom