RUZKA INDONESIA — Sebanyak 32 lansia penghuni Panti Werdha Muslim Rumah OMA, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, mengikuti stimulasi kognitif melalui musik dan seni.
Program bertajuk “Nada Warna” tersebut diinisiasi mahasiswa Universitas Indonesia (UI) untuk membantu menjaga kemampuan memori, perhatian, dan kondisi emosional lansia melalui aktivitas yang kreatif dan menyenangkan.
Program ini hadir di tengah peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah lansia pada 2025 mencapai 36,5 juta jiwa, dengan proporsi terhadap total penduduk meningkat dari 9,93 persen pada 2020 menjadi 11,93 persen dalam lima tahun terakhir.
Pertambahan populasi lansia juga meningkatkan perhatian terhadap risiko penurunan fungsi kognitif dan demensia.
Alzheimer’s Indonesia memproyeksikan jumlah orang dengan demensia di Indonesia dapat mencapai 2 juta pada 2030.
Terapi
Melalui “Nada Warna”, mahasiswa UI memadukan terapi musik dan terapi seni dalam 12 kali pertemuan pada 22 Mei hingga 3 Oktober 2026.
Ketua tim, Amirah, mengatakan kedua
pendekatan tersebut dipilih sebagai media stimulasi yang dapat melibatkan lansia secara aktif.
“Kami melihat gangguan kognitif seperti mudah lupa dan demensia menjadi tantangan besar yang perlu mendapat perhatian. Musik dan seni kami pilih karena keduanya terbukti secara ilmiah
mampu menstimulasi memori, atensi, sekaligus regulasi emosi,” ujar Amirah dalam siaran pers yang diterima, Rabu (09/09/2026).
Dalam sesi terapi musik, para lansia diajak menyanyikan lagu-lagu nostalgia, mengikuti ritme melalui tepukan tangan dan hentakan kaki, serta memainkan alat musik sederhana.
Sementara melalui terapi seni, peserta mengikuti kegiatan mewarnai tas kain bermotif batik, melukis pot bunga sekaligus menanam bibit cabai, hingga menghias gantungan kunci dan kipas bambu.
Nada Awal
Setiap kegiatan disusun berdasarkan kondisi peserta. Sebelum program dimulai, tim melakukan asesmen bertajuk “Nada Awal” menggunakan instrumen Mini Mental State Examination (MMSE)
dan Montreal Cognitive Assessment (MoCA).
Hasil asesmen tersebut digunakan sebagai dasar untuk menyesuaikan materi stimulasi dengan kemampuan para lansia.
Intervensi dalam program ini dikemas dalam rangkaian “Melodi Asa” dan dilaksanakan dua kali dalam sepekan.
Setiap pertemuan berlangsung selama dua jam, yang terbagi dalam satu jam terapi musik dan satu jam terapi seni.
Setelah beberapa sesi intervensi, tim melakukan evaluasi bertajuk “Jejak Harmoni” untuk membandingkan kondisi kognitif dan emosional peserta sebelum dan setelah mengikuti program.
Program “Nada Warna” merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM).
Respon Positif
Tim pelaksana terdiri atas Amirah sebagai ketua bersama Nabak, Kayla, Taulifa, dan Fajar, dengan pendampingan dosen Faizah Abdullah, S.St., S.Ft., M.Biomed.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pengurus Panti Werdha Muslim Rumah OMA.
Ketua Perawat Panti Werdha Muslim Rumah OMA, Leni Prianti, mengatakan kehadiran mahasiswa dan aktivitas yang dilakukan memberikan semangat baru bagi para penghuni panti.
“Sangat bersyukur melihat oma dan opa lebih bersemangat dan melakukan banyak kegiatan setiap harinya dengan adanya program dari PKM. Pembelajaran yang diberikan tentunya akan sangat membantu kami ke depannya. Dengan kehadiran mahasiswa secara berkelanjutan, saya melihat oma dan opa juga merasa nyaman,” jelas Leni.
Salah seorang penghuni panti, Oma Wati, juga mengaku menikmati kegiatan yang diberikan oleh tim mahasiswa UI.
“Sangat senang dan terhibur dengan kehadiran Tim PKM UI. Kegiatan yang dilaksanakan juga mengasah otak kami. Semoga ke depannya kegiatan ini dapat terus kami laksanakan,” ungkapnya.
Kegiatan Berkelanjutan
Tim mahasiswa UI berharap “Nada Warna” dapat menjadi kegiatan yang berkelanjutan di Panti Werdha Muslim Rumah OMA.
Untuk mendukung keberlanjutan program, tim menyiapkan buku pedoman yang dapat digunakan oleh pengurus panti dan pendamping (caregiver) dalam melaksanakan kegiatan stimulasi secara mandiri.
Melalui pendekatan tersebut, “Nada Warna” diharapkan dapat memperluas pilihan aktivitas stimulasi bagi lansia, baik di Panti Werdha Muslim Rumah OMA maupun di panti lainnya, dengan
memanfaatkan musik dan seni sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar