RUZKA INDONESIA — Tim mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang berasal dari Fakultas Kedokteran (FK) berhasil meraih People’s Choice Award pada NUS Medical Grand Challenge 2026 yang diselenggarakan oleh Yong Loo Lin School of Medicine, National University of Singapore (NUS Medicine), di Grand Copthorne Waterfront Hotel, Singapura, pada (15/08/2026) lalu.
Dalam ajang tersebut mereka menggagas inovasi Optimized Virtual Adaptive Care Ecosystem Integrating Gamified Smart Glove Technology for Stroke Rehabilitation (OvaCare).
Dengan memadukan smart glove berbiaya rendah dengan sistem rehabilitasi berbasis web, inovasi ini mampu memberikan solusi rehabilitasi untuk pasien pascastroke.
Sarung tangan ini dilengkapi sensor dan Inertial Measurement Unit (IMU) yang merekam gerakan tangan pasien, mulai dari fleksi jari, kekuatan genggaman, hingga orientasi dan pola pergerakan.
Dari data itu, sistem menilai lima aspek motorik yang relevan secara klinis: kekuatan, rentang gerak, akurasi, presisi, dan kelancaran gerakan.
Permainan Rehabilitasi Interaktif
Data tersebut lalu diubah menjadi permainan rehabilitasi interaktif, lengkap dengan umpan balik langsung, tingkat kesulitan yang menyesuaikan kemampuan pasien, sistem pencapaian, skor performa, dan papan peringkat.
Alih-alih menjalani terapi konvensional yang monoton, pasien bisa berlatih sambil bermain dan tetap termotivasi memantau perkembangan mereka sendiri.
Seluruh data performa tersimpan otomatis di cloud, sehingga terapis dapat memantau kemajuan pasien dari jarak jauh lewat clinician dashboard.
Dengan begitu, pasien tetap bisa berlatih di rumah tanpa lepas dari pengawasan tenaga kesehatan.
Tim yang dibimbing oleh dr. Steven Setiono, Sp.KFR, Subsp.N.M.(K) dan Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO., Subsp.APK(K), MARS. ini beranggotakan, delapan mahasiswa dari lima kampus terlibat dalam pengembangan OvaCare.
Mereka yakni Regina Caeli Santoso (FKUI 2024), Nakeisha Jovita Purnomo (FKUI 2024), Keisha Rochelline Simorangkir (FKUI 2024), Michael Purnama (FK UNAIR 2023), Lionel Andres Djaya Saputra (FTUI 2024), Samuel Alexander (School of Computer Science, BINUS 2024), Thian Celine Iskandar (Electrical and Mechanical Engineering, University of Edinburgh 2024), Jordan Noah Suryadinata (International Business Chinese Enterprise, CUHK 2024).
Jadi Motivasi Kembangkan Inovasi
Mewakili tim, Regina Caeli Santoso menyampaikan bahwa penghargaan yang diraih menjadi pencapaian yang sangat bermakna sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan inovasi tersebut.
Meraih People’s Choice Award di NUS Medical Grand Challenge 2026 menjadi sebuah pencapaian yang sangat berarti bagi kami.
“Penghargaan ini bukan hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap OvaCare, tetapi juga menjadi pengingat akan banyaknya dukungan, kepercayaan, dan kerja keras yang telah mengiringi perjalanan kami hingga sejauh ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada para mentor, dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, serta seluruh pihak yang telah percaya dan mendukung OvaCare sejak awal,” ujar Regina dalam siaran pers yang diterima, Senin (07/09/2026).
Dia menambahkan bahwa penghargaan tersebut bukanlah akhir dari perjalanan tim OvaCare, melainkan awal dari langkah yang lebih panjang untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Bagi kami, penghargaan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah yang lebih panjang untuk terus mengembangkan OvaCare menjadi solusi rehabilitasi yang benar-benar bermanfaat dan dapat menjangkau lebih banyak pasien stroke. Semoga pencapaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus belajar, berinovasi, dan membawa OvaCare dari sebuah ide menjadi sebuah inovasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Regina.
Apresiasi Capaian Tim OvaCare FKUI
Menanggapi capaian tersebut, Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Anna Rozaliyani, M.Biomed., Sp.P(K), menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim OvaCare yang berhasil meraih pengakuan pada ajang internasional melalui inovasi yang menjawab kebutuhan nyata di bidang kesehatan.
Prestasi yang diraih tim OvaCare pada NUS Medical Grand Challenge 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa FKUI mampu berkontribusi dalam menjawab tantangan kesehatan global melalui inovasi yang berbasis ilmu pengetahuan, kolaborasi multidisiplin, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami bangga melihat mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang berpotensi memberikan manfaat nyata bagi pasien. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FKUI untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat luas,” ujar Prof. Anna.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu yang melibatkan mahasiswa kedokteran, teknik, ilmu komputer, dan bisnis mampu menghasilkan inovasi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat komitmen UI dalam mendorong lahirnya inovator muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan layanan kesehatan dunia. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar